JEPARA(SUARABARU.ID) – Lomba percepatan penurunan stunting tingkat Kecamatan Mlonggo tahun 2025 resmi berakhir, Rabu (27/8/2025) siang. Puncak acara ditandai dengan penyerahan piala dan hadiah kepada para juara oleh Camat Mlonggo Sulistyo disaksikan Kapolsek dan Danramil atau yang mewakili, Kepala Puskesmas Mlonggo dr. Aton Brillyanto, serta jajaran Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Kegiatan berlangsung di pendopo kantor kecamatan setempat.
Dalam lomba kali ketiga berturut-turut ini, Desa Sinanggul keluar sebagai juara pertama. Sinanggul berhasil menggeser Suwawal yang menjadi juara pada dua tahun pertama. Sementara Juara II diraih Desa Suwawal dengan Petinggi Aref Ma’sum, dan juara III Desa Jambu Timur dengan Petinggi M. Aris.

Salah satu program unggulan Desa Sinanggul adalah dukungan corporate social resposibility (CSR) dari peternak kambing Kaligesing atau peranakan etawa, berupa penyediaan susu gratis sebagai PMT (Pemberian Makanan Tambahan) bergizi. Susu kambing ini dibagikan pemilik secara sukarela kepada balita dan balita stunting serta warga lain yang membutuhkan.
Camat Mlonggo, Sulistyo, menyampaikan apresiasi tinggi kepada semua desa peserta. “Lomba ini bukan sekadar mencari juara, tapi untuk memacu semangat desa-desa agar inovatif dan serius menurunkan angka stunting. Keunggulan Sinanggul dengan inovasi susu kambing Kaligesing atau peranakan Etawa, adalah contoh nyata kolaborasi masyarakat, pemerintah desa, dan pihak swasta,” ungkapnya.

Sulistyo menambahkan, lomba akan terus digelar tiap tahun sebagai strategi mempercepat penurunan stunting di wilayahnya.
Selain tiga juara utama, panitia juga menetapkan juara PMT Terfavorit yang diraih Desa Jambu Timur dan juara Inovasi Terfavorit, yang juga diraih Desa Sinanggul. Dengan demikian, selain Juara I, Sinanggul masih mendapat gelar juara inovasi terfavorit.
Kepala Puskesmas Mlonggo, dr. Aton Brillyanto, menegaskan pentingnya dukungan semua elemen dalam penanganan stunting. “Kesehatan balita bukan hanya urusan tenaga medis, tetapi kerja bareng semua pihak. Dari data yang kami pantau, inovasi desa yang berkelanjutan akan sangat menentukan keberhasilan menekan kasus stunting,” ujarnya.
Ketua TPPS Kecamatan Mlonggo, Mujoko, menjelaskan bahwa penilaian berlangsung sejak awal Agustus dan melibatkan tim juri dari unsur kecamatan, puskesmas, dan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB).
“Kami melihat banyak kemajuan. Tahun ini muncul ide-ide segar seperti PMT berbasis pangan lokal hingga dukungan CSR. Harapan kami, lomba ini menumbuhkan kesadaran kolektif, bukan hanya untuk saat lomba, tapi menjadi budaya desa dalam mencegah stunting,” kata Mujoko.

Dengan keberhasilan gelaran tahun ini, Kecamatan Mlonggo berkomitmen terus menjadikan lomba percepatan penurunan stunting sebagai agenda tahunan. Harapannya, inovasi desa-desa terus bermunculan sehingga angka stunting di Mlonggo dan Jepara semakin menurun.
Hadepe













