blank
Kalapas Kelas I Semarang, Fonika Affandi. Foto: Humas

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Lapas Semarang menyelenggarakan dialog interaktif “Kongkow Bareng Petani (Kobar Tani)”, sebuah program live streaming yang digelar oleh Dinas Pertanian Kota Semarang di Lodji Gayeng Lapas Semarang, Jumat (22/8/2025).

Pada kesempatan tersebut Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Semarang, Fonika Affandi menjadi narasumber dalam Kobar Tani yang kali ini merupakan episode ke-83.

Kegiatan bertajuk “Di Balik Jeruji Muncul Inovasi untuk Ketahanan Pangan” ini dibuka dengan dialog bersama sejumlah pejabat struktural Lapas Kelas I Semarang. Topik yang diangkat berfokus pada pelaksanaan kegiatan pertanian di lahan terbatas, namun mampu menghasilkan output yang maksimal.

Fonika mengatakan, program ketahanan pangan yang dijalankan Lapas sejalan dengan program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI serta mendukung 13 program akselerasi Menteri Hukum dan HAM bidang Pemasyarakatan.

“Pemberdayaan warga binaan menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan ketahanan pangan di Lapas dan Rutan. Kita bekali dan fasilitasi kebutuhan mereka agar mampu mengoptimalkan lahan yang ada. Jangan hanya berorientasi pada profit semata, tetapi juga pada dampak jangka panjang, yaitu investasi sumber daya manusia warga binaan agar lebih maju, mandiri, dan produktif,” jelas Kalapas.

Fonika mengatakan, ketahanan pangan tidak hanya terbatas pada sektor pertanian, melainkan juga mencakup perikanan dan peternakan. Kemandirian pangan yang dibangun dari dalam Lapas diharapkan dapat menjadi kontribusi bagi terwujudnya bangsa yang mandiri, kuat, dan berdaulat.

Kalapas berharap kegiatan pembinaan ini tidak hanya menjadi rutinitas semata, namun mampu menumbuhkan semangat baru bagi warga binaan untuk terus berinovasi, serta menjadi inspirasi bagi masyarakat luas bahwa dari balik jeruji pun dapat lahir karya dan kontribusi bagi ketahanan pangan nasional.

Ning S