blank
Berlangsung di aula Kodim 0728 Wonogiri, Dandim Letkol (Inf) Edi Ristriyono (berdiri dipodium) menyampaikan sambutan saat dilaksanakan acara silaturahmi dengan para wartawan.(Dok.Pendim 0728 Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Para wartawan yang menjadi bagian penting dalam media mainstream, diharapkan dapat ikut menjaga situasi agar tetap kondusif. Yakni dengan menyebarkan informasi faktual yang konstruktif kepada masyarakat,

Harapan ini, disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 0728/Wonogiri Letkol (Inf) Edi Ristriyono, Rabu sore (20/8/25), saat menyampaikan sambutan pada acara silaturahmi dengan para awak media yang digelar di aula Kodim setempat. Ikut hadir Kasdim Mayor (Inf) Suwandi bersama para Pasi dan perwira staf serta Penerangan Kodim (Pendim) setempat, Pelda Indra.

Dari forum silaturahmi tersebut, Dandim berharap terwujud sinergitas yang kuat dengan awak media, serta menciptakan kerja sama yang produktif antara TNI dan insan pers, dalam mendukung tugas-tugas pembinaan teritorial serta pelayanan informasi kepada masyarakat.

Melalui sinergitas dengan awak media, Kodim 0728 Wonogiri berharap akan terwujud jalinan komunikasi dua arah yang efektif. Utamanya dalam memberikan kontribusi terhadap peningkatan transparansi, mempercepat proses klarifikasi informasi, serta mencegah penyebaran berita yang tidak valid (hoaks) yang berpotensi menimbulkan keresahan sosial.

Kata Dandim, berkat dukungan dari insan pers selama ini, telah mengantarkan Kodim 0728 Wonogiri meraih juara lomba tingkat nasional, dengan menerima penghargaan langsung dari Kasad dalam acara yang digelar di Makassar.

Wartawan Bambang Pur yang mewakili awak media Wonogiri, menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kodim 0728/Wonogiri atas jalinanan sinergitas kebersamaan yang saling mendukung. Dalam kesempatan itu disampaikan sebait pantun: Beli sirsat ke Muaraenim. Jangan lupa membeli duku. Selamat untuk Pak Dandim. Semoga sehat bahagia dan sukses selalu.

Dalam bermitra dengan awak media, Kodim 0728 menerapkan filosofi bilangan decimal. Yakni menempatkan wartawan sebagai angka nol yang diposisikan di depan angka, untuk memperoleh nilai yang besar. Sekalipun dipasangkan dengan angka 1 (satu) sebagai bilangan terkecil, akan diperoleh nilai besar. Bilangan decimal diciptakan oleh Khawarizmi, Bapak Aljabar Dunia yang lahir di Ubekeztan dan besar di Irak.(Bambang Pur)