GROBOGAN (SUARABARU.ID) – Lautan manusia memenuhi jalan utama Purwodadi saat Karnaval Grobogan 2025 digelar pada Rabu, 20 Agustus 2025. Ribuan warga antusias menyaksikan parade budaya dan kesenian.
Berbeda dari tahun lalu, Karnaval Grobogan 2025 dimulai pukul 10.00 WIB. Bupati Grobogan Setyo Hadi melepas peserta dengan mengibaskan bendera start dengan penuh semangat.
Karnaval ini dibuka dengan parade budaya dari SMPN 6 Purwodadi yang menghadirkan barisan Paskibraka, kesenian tradisional, promosi sekolah, serta ilmu pengetahuan.
BACA JUGA : Hasil Survei: Masyarakat Jateng Puas Kinerja Ahmad Luthfi dan Taj Yasin, Tertinggi Layanan Air Bersih dan Kesehatan
Hari pertama tercatat ada 58 kelompok peserta dengan ribuan anggota yang menampilkan atraksi budaya dan kesenian terbaik di hadapan masyarakat serta dewan juri.
Peserta karnaval berasal dari berbagai jenjang, mulai PAUD, TK, SD/MI hingga SMP/MTs se-Kabupaten Grobogan yang tampil dengan kreativitas maksimal.
Sejak pagi, semangat warga terlihat membludak. Barikade panitia tak mampu membendung keinginan masyarakat menyaksikan parade budaya dari dekat.
Ratusan pelajar menampilkan miniatur Nusantara. Kostum adat Papua, tarian khas Kalimantan, hingga budaya Betawi dan Minangkabau turut diperlihatkan.
Setiap penampilan bukan sekadar pawai, melainkan teatrikal yang memadukan seni, kearifan lokal, dan narasi pembangunan daerah secara kreatif.
“Parade hari ini sangat lengkap. Ada pertanian, keagamaan, kebudayaan, seni hingga pembangunan. Semua ditampilkan luar biasa,” kata Bupati Grobogan Setyo Hadi.
Ia mengaku bangga melihat kreativitas peserta mengemas nilai pembangunan dalam bingkai budaya. Hal ini mencerminkan semangat gotong royong generasi muda.
“Ini bukan sekadar karnaval, tapi panggung edukasi tentang keberagaman dan kemajuan,” ujar Setyo Hadi menegaskan makna acara tersebut.
Tondi Sumarjaka, Ketua Seksi Pelaksanaan Karnaval Pembangunan 2025 menyebut kegiatan tahun ini berjalan lebih tertib berkat koordinasi matang panitia.
BACA JUGA : Perkuat Branding dan Promosi Digital Mahasiswi UNDIP Kembangkan Website Gusel Kopi di Pemalang
“Kami mencatat ada 58 peserta dari berbagai sekolah yang tampil,” jelas Tondi sambil menegaskan semua tampil dengan semangat dan disiplin tinggi.
Ia menambahkan, penilaian dilakukan objektif oleh juri profesional yang terdiri dari budayawan, akademisi, dan praktisi seni berpengalaman.
Karnaval Grobogan 2025 lebih dari sekadar lomba. Ia menjadi ruang ekspresi budaya dan kesenian yang menanamkan nasionalisme bagi generasi muda.
TYA WIDYA













