JEPARA(SUARABARU.ID) – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara Ratib Zaini, memberikan pesan penting kepada juri setiap lomba yang ada di lingkungan dinas tersebut. Hal itu dia sampaikan saat membuka seleksi Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SMP/MTs yang berlangsung di aula kantornya, Rabu (13/5/2026).
Menurut Ratib Zaini, objektivitas juri mutlak diperlukan untuk memastikan terpilihnya peserta terbaik yang akan menjadi juara, sekaligus mewakili Kabupaten Jepara maju ke jenjang berikutnya, termasuk FLS3N. Maka dia mewanti-wanti pentingnya objektivitas saat melakukan penilaian.
“Jadi jangan karena Pak Sulis orang Jepara, lalu nanti yang juara satu dipilih dari peserta asal Jepara. Juaranya, ya, harus peserta yang memang terbaik, dari mana pun asal sekolahnya,” kata Ratib sambil menoleh ke arah salah satu juri lomba menulis cerita, Sulismanto, yang turut hadir pada acara pembukaan bersama juri lain pada cabang lomba yang sama, Budi Prihartini.

“Saya pastikan juri objektif. Dengan begitu peserta bisa tampil maksimal,” tambah Ratib yang pada kesempatan itu didampingi Kepala Bidang SMP Hening Indrati, Widyaprada Ahli Muda SMP Wuriyanto, dan Kepala Seksi Sarpras SMP M Fahrudin.
Pada bagian lain, Ratib Zaini mengapresiasi SMP dan MTs di Jepara yang tahun ini berpartisipasi dalam FLS3N. Selanjutnya, dia mengarahkan agar tahun depan sekolah lebih antusias mengirim peserta.

“Ini, kan, baru 250 peserta dari 29 sekolah, ya. Tahun depan jumlah peserta lomba seperti ini harus meningkat, karena lomba juga media pembentukan karakter agar anak-anak cerdas dan kreatif, bisa mengikuti perkembangan zaman,” tandasnya.
Sebelumnya, jumlah peserta itu dilaporkan Kepala Bidang SMP Hening Indrati. Hening juga menyebut, dalam seleksi tingkat kabupaten FLS3N tahun ini, hanya dua cabang lomba yang dilakukan secara luring, yakni menulis cerita dan mendongeng.
Sedangkan cabang lain dilaksanakan secara daring, terdiri dari ilustrasi, menyanyi solo, pantomim, ansambel campuran tiga alat musik, dan kreativitas musik tradisional. “Semua cabang dipilih juara 1 sampai 3 serta harapan 1 sampai 3. Juara satu akan mewakili Kabupaten Jepara maju ke tingkat provinsi,” tambahnya.

Widyaprada Ahli Muda SMP Wuriyanto mengatakan, pelaksanaan seluruh cabang lomba mengacu ketentuan teknis FLS3N tingkat nasional. “Maksud kami, agar siapapun yang mewakili Kabupaten Jepara, sudah siap berlomba sesuai ketentuan teknis tingkat nasional,” katanya.
Hadepe













