blank
Mahasiswa Prodi Ilkom USM, saat menggelar kampanye Antibullying dan Ekspresi Gender, di Aula SMK Negeri 5 Semarang. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) Universitas Semarang (USM), menggelar kampanye Antibullying dan Ekspresi Gender, di Aula SMK Negeri 5 Semarang, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan yang mengambil tema ‘Break The Box: Seni Menjadi Diri Sendiri & Kampanye Anti-Bullying’ itu, dibuka Bidang Kesiswaan Heri Widodo SPd Gr. Kampanye ini diikuti siswa-siswi kelas 10 TKJ-2, SMK Negeri 5 Semarang.

Dosen Mata Kuliah Komunikasi Gender dan Minoritas USM, Dr Yulianto Budi Setiawan SSos MSi mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi mata kuliah Komunikasi Gender dan Minoritas, yang berupaya mendorong mahasiswa untuk tidak sekadar belajar di ruang kelas, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

BACA JUGA: Pelatihan Optimalisasi CapCut untuk Guru SMK Yayasan Pharmasi Semarang

SMK Negeri 5 Semarang dipilih sebagai lokasi sasaran, mengingat pentingnya edukasi anti-bullying, dan penghargaan terhadap identitas diri di kalangan pelajar usia remaja.

”Kami ingin mahasiswa itu tidak hanya tampil debat atau tampil di ruang kelas saja. Kami ingin punya pemanfaatan lebih,” kata Yulianto.

Dia berharap, melalui kegiatan itu, siswa SMK Negeri 5 Semarang dapat lebih memahami pentingnya sikap saling menghargai, dan menghindari perilaku perundungan dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA: Dekan Fakultas Hukum USM Lepas 123 Calon Wisudawan

Kampanye itu menghadirkan narasumber Vania Budiarti, dan dosen Psikologi USM Hermiana Vereswati SPsi MPsi. Vania menyampaikan materi tentang ‘Break The Box: Seni Menjadi Diri Sendiri & Kampanye Anti-Bullying’.

Dia menyampaikan pesan, agar siswa tidak mudah terpengaruh atas tekanan negatif dari lingkungan, dan berani mempertahankan prinsip diri.

Materi itu juga membahas pentingnya menghargai perbedaan, sebagai bagian dari upaya pencegahan perundungan di sekolah.

BACA JUGA: Dosen Magister Hukum USM Jadi Ahli Soal Dugaan Korupsi Dana Haji

Adapun materi kedua yang disampaikan Hermiana Vereswati bertema ‘Regulasi Diri’. Materi ini membahas cara mengelola emosi, dan mengambil keputusan yang tepat. Terutama saat menghadapi tekanan sosial.

Kedua materi disampaikan secara interaktif, melalui sesi meditasi guna mengendalikan diri dan pikiran ketika emosi tidak stabil, sehingga peserta dapat terlibat aktif selama sesi praktik.

Acara yang berlangsung selama dua jam itu, mendapat respons positif dari peserta. Mereka aktif mengikuti jalannya kegiatan dari awal materi, ice breaking, hingga sesi diskusi secara edukatif dan interaktif.

Riyan