Kepala KPw BI Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra (tengah), dan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan (kanan), memberikan keterangan pers terkait program pembayaran digital pembelian elpiji menggunakan QRIS di tiap pangkalan LPG se-Kota Semarang. foto : dok.bi
SEMARANG (SUARABARU.ID) – Bank Indonesia kantor perwakilan Provinsi Jawa Tengah (BI Jateng) dalam rangka meningkatkan transaksi QRIS menggandeng PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (RJBT) memperluas merchant ke pangkalan LPG dengan menginisiasi program pembayaran digital QRIS Society LPG Channel.
Program ini diresmikan dengan Penandatanganan Komitmen dalam rangka Sinergi Ekosistem Pembayaran Digital untuk pangkalan LPG antara Bank Indonesia Jawa Tengah, PT. Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, serta Bank Mandiri, BRI dan BNI yang dilakukan dalam acara Seremoni Puncak Pekan QRIS Nasional (PQN) 2025 Jawa Tengah, Minggu 17 Agustus 2025.
Di tahap awal, implementasi program perluasan QRIS merchant dengan tagline “Gas! QRIS-in Ajaa!” tersebut akan dilaksanakan secara pilot project di Kota Semarang dengan target sekitar 3.393 pangkalan LPG.
“Program ini bertujuan untuk menjamin ketepatan transaksi di masyarakat, agar harganya sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp18 ribu. Jadi dengan pembayaran secara digital ini nanti akan menjamin bahwa tidak ada pangkalan yang menjual di atas harga eceran tertinggi,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan.
Taufiq menjelaskan, dengan didukung society digital, harapannya transaksi pembelian elpiji ini bisa lebih cepat dan lebih mudah serta aman dan nyaman. Selain itu, transaksi dengan QRIS untuk pembelian elpiji juga mengatur penjualan sesuai harga eceran tertinggi.
Sementara itu, Kepala KPw BI Provinsi Jawa Tengah, Rahmat Dwisaputra, mengatakan dengan implementasi perluasan QRIS merchant di setiap pangkalan elpiji ini akan bisa memonitor serta mengawasi penjualan bersubsidi di masyarakat.
“Ini dengan Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, ternyata cukup besar. Omsetnya sehari Rp27 miliar untuk Jawa Tengah dan DIY. Setahun bisa Rp9 triliun,” kata Rahmat.
Hery Priyono













