WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia menjadi momentum refleksi dan pengingat bahwa kemerdekaan adalah amanah yang harus terus diisi dengan karya nyata, prestasi dan kontribusi berkelanjutan.
Hal tersebut, disampaikan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, karena di bulan ini seluruh rakyat Indonesia, termasuk masyarakat Wonosobo menggelar peringatan HUT Kemerdekaan ke-80 RI. Di moment tersebut juga bersamaan peringatan Hari Jadi ke-200 atau dua abad daerah ini di bulan Juli 2025 lalu.
Bupati Wonosobo juga menekankan bahwa kemerdekaan bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab bersama dalam membangun bangsa, termasuk di tingkat daerah seperti Kabupaten Wonosobo.
“Hari Kemerdekaan bukan hanya seremonial, tetapi pengingat bahwa perjuangan belum usai. Dari Wonosobo, kita kobarkan semangat untuk membentuk generasi unggul dan berdaya saing, demi Indonesia yang maju dan berdaulat,” ujarnya.
Mengusung tema nasional “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga harmoni sosial, memperkuat gotong royong, serta mempercepat pembangunan berbasis kesejahteraan rakyat.
Afif juga menyoroti capaian positif Kabupaten Wonosobo dalam Indeks Harmoni Indonesia Tahun 2025, di mana Wonosobo mencatat skor 6,73 dari 9 (kategori baik).
Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat Wonosobo mampu menjaga kerukunan, keberagaman, dan nilai-nilai budaya secara konsisten.
Sekolah Rakyat
Harmoni tersebut adalah modal penting untuk menjaga kesatuan dan kedaulatan, serta mempercepat kemajuan daerah.
“Tapi tentu saja, masih banyak ruang perbaikan. Kita harus bekerja lebih keras, terutama dalam memperkuat ekonomi rakyat,” tegasnya.
Salah satu upaya konkret yang dilakukan Pemkab Wonosobo adalah menjadikan pendidikan sebagai pintu utama pengentasan kemiskinan.
Hal ini ditandai dengan peluncuran Sekolah Rakyat Menengah Atas 35 Kabupaten Wonosobo.
Sekolah Rakyat adalahhh simbol optimisme, dari Wonosobokita bisa mencetak generasi cerdas, mandiri, dan berdaya saing.
“Ini adalah wujud nyata cita-cita kemerdekaan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” tambah Afif.
Afif juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi bagi kemajuan Wonosobo—baik dalam bidang pendidikan, sosial, lingkungan, olahraga, maupun sektor lainnya.
“Mari kita terus gumregah, guyub rukun, dan saiyeg saeka kapti membangun Wonosobo yang semakin sejahtera, adil, dan makmur, sebagai bagian dari cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Muharno Zarka













