WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Kematian secara tragis, menimpa diri seorang ibu warga Dusun Mendongan, Desa Karanglor, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Ibu yang biasa dipanggil dengan nama Ny Semi Rahayu (61) ini, ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya.
Sementara itu, seorang putranya berinisial DU (40), yang diindikasikan stres karena menderita gangguan jiwa, disebutkan telah kabur dari rumah, tanpa diketahui rimbanya. Kejadian yang berlangsung Kamis petang (14/8/25) ini, menjadi viral setelah diunggah ke jejaring media sosial (Medos). Ada dugaan, kaburnya DU berkaitan dengan penyebab kematian Sang Ibu.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo melalui Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo, Jumat (15/8/25), menyatakan, jajaran Polres Wonogiri telah melakukan gerak cepat untuk menangani kasus raja pati tersebut. Ada dugaan, kematian Ny Semi Rahayu mengarah pada perkara tindak pidana pembunuhan.
Kejadian tersebut, awalnya dilaporkan Ke Polsek Manyaran pada Kamis petang (14/8/25) sekitar Pukul 18.30 WIB. Laporan disampaikan oleh warga RT 01/RW 07 Dusun Mendongan, Desa Karanglor, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri.
Laporan disampaikan ke Polsek Manyaran, setelah sebelumnya lebih dulu disampaikan ke pihak Pamong Desa setempat. Itu diawali, setelah saksi mata menemukan korban tewas dalam keadaan tengkurap di dalam rumahnya, dengan kondisi berlumuran darah. Petugas piket Polsek Manyaran, segera mendatangi ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.
Senjata Tajam
Penanganan awal, dilakukan bersama saksi-saksi. Dari pemeriksaan awal, ditemukan adanya luka pada bagian kepala korban yang diduga akibat bacokan senjata tajam (Sajam). Menindaklanjuti temuan tersebut, Polsek Manyaran kemudian berkoordinasi dengan Sat Reskrim Polres Wonogiri Pimpinan Kasat Reskrim Iptu Agung Sedewo.
Tim gabungan yang melibatkan jajaran Satreksrim Polres Wonogiri, kemudian melakukan olah penanganan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara menyeluruh, termasuk pengumpulan barang bukti dan meminta keterangan dari sejumlah saksi. Jenazah korban, dikirim ke Rumah Sakit (RS) Dokter Moewardi Surakarta. Ini dilakukan, untuk kepentingan autopsi dan demi memastikan penyebab kematiannya secara disiplin ilmu kedokteran kehakiman.
Sementara itu, penyidik Sat Reskrim Polres Wonogiri masih melakukan penyelidikan intensif, untuk mengungkap identitas dan motif pelaku. “Kami akan memaksimalkan upaya penyelidikan, guna mengungkap secara pasti peristiwa tersebut,” tandas Kapolres sebagaimana disampaikan Kasi Humas Polres AKP Anom Prabowo.
Kepada masyarakat yang mengetahui informasi terkait kematian Sang Ibu tersebut, diimbau segera melapor guna membantu mempercepat proses pengungkapan kasusnya.(Bambang Pur)













