blank
Ketua Umum YPIIQ Jateng Heru Irianto saat melantik Rektor dan Wakil Rektor Unsiq Jateng di Wonosobo. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Rektor dan Wakil Rektor Universitas Sains Alquran (Unsiq) Jawa Tengah di Wonosobo periode 2025-2029, Kamis (14/8/2025), dilantik oleh Ketua Yayasan Pendidikan Ilmu-Ilmu Alquran (YPIIQ) Heru Irianto di Aula Kantor YPIIQ Lantai II Komplek Masjid Baitul Quran KH Muntaha Al Hafidz Kampus II Unsiq.

Pelantikan tersebut disaksikan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo, Ketua dan anggota Dewan Pembina YPIIQ, Ketua dan anggota Dewan Pengawas, Ketua dan anggota Dewan Pengurus Harian YPIIQ dan civitas akademika Unsiq.

Rektor Unsiq yang dilantik adalah H Z Sukawi. Adapun Wakil Rektor yang dilantik yakni Wakil Rektor I Sri Haryanto, Wakil Rektor II Heri Hermanto dan Wakil Rektor III M Elfan Kaukab.

Rektor baru Z Sukawi sebelum merupakan Rektor incumbent, Warek I Sri Haryanto merupakan Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Warek II Heri Hermanto sebelumnya Warek III dan Warek III M Elfan Kaukab sebelumnya Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Mewakili Ketua Dewan Pembina YPIIQ Jawa Tengah Hj Siti Ngaisah Poedjiharjo, Khoirul Anwar berpesan pimpinan Unsiq Jateng bisa mengantarkan perguruan tinggi ini menjadi pusat keilmuan yang bisa mengintegrasikan antara sains dan Alquran.

“Pimpinan Unsiq juga harus bisa membangun budaya akademik yang sehat, kompetitif, dialogis dan produktif. Harus ada pula penguatan tata kelola managemen yang profesional, transparan dan akuntabel,” tegasnya.

Dewan Pembina YPIIQ juga meminta civitas akademika Unsiq untuk bisa memegang prinsip “Akhlak”. Yakni amanah, kompak, harmonis, loyal, adil dan sehat (kesehatan). Jika prinsip tersebut mampu dipegang teguh makan cita-cita Unsiq bisa mendunia dengan Alquran dapat segera terwujud.

Akreditasi Unggul

blank
Rektor dan Wakil Rektor Unsiq Jateng di Wonosobo foto bersama usai menerima SK dari Ketua Umum YPIIQ Jateng. Foto : SB/Muharno Zarka

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat sebagai alumni perguruan tinggi ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada pimpinan Unsiq sebelumnya yang telah membawa almamaternya meraih predikat akreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

“Kami juga berterima kasih berkat peran Unsiq, banyak lahir desa-desa toleran dan desa-desa Pancasila. Unsiq telah banyak berkontribusi bagi kemajuan daerah Wonosobo. Terutama pada peningkatan sumber daya manusia (SDM),” tegas.

Menurut Afif, kini telah banyak alumni yang jadi ASN, guru, pengasuh pesantren dan tokoh masyarakat. Dua Bupati Wonosobo dan Bupati dan Wakil Bupati Pringsewu Lampung juga merupakan alumni Unsiq. Hanya, belum ada alumni Unsiq yang jadi Presiden dan Gubernur.

“Saya sebagai alumni juga merasakan, pola pendidikan karakter yang diterapkan di Unsiq cukup kuat. Karena mahasiswa tidak hanya kuliah tapi juga mengaji. Saya bisa berada di posisi ini juga berkat didikan dosen-dosenya saat kuliah di Unsiq, dulu,” aku Afif.

Rektor Unsiq Jateng Z Sukawi menyatakan dikepemimpinan kedua ini pihaknya punya program rasa asa. Yakni penguatan care value Unsiq, internasionalisasi akademik dan non akademik dan capacity building SDM akademik non akademik.

“Selain itu, juga ada tata kelola kelembagaan yang konektif, sinergis dan integratif, penguatan mutu dan akreditasi internasional, penguatan tri dharma PT dan inovasi serta perluasan kerjasama nasional dan internasional,” sambung dia.

Dikatakan Z Sukawi, dasa asa Unsiq juga meliputi pengembangan kelembagaan dengan rencana membuka Fakultas Kedokteran dan program S3, kolaborasi kemahasiswaan dan alumni serta tranformasi tehnologi untuk menuju Unsiq mendunia dengan Alquran dengan basic saintific.

Muharno Zarka