blank
Viktor Gyokeres. Foto: dok/webvg

blankOleh: Amir Machmud NS

// keras kepala/ inikah ungkapan mentalitas/ yang tak berbeda dari kerja keras?/ samakah ini jadi etos/ ikhtiar meraih angan?//
(Sajak “Etos Viktor Gyokeres”, 2025)

LEVEL eksepsional tak mungkin dicapai lewat ikhtiar biasa. Tak jarang dengan kekuatan karakter berbasis mentalitas. Dan, mentalitas bisa ditunjukkan dengan sikap ekstra: mencoba, terus mencoba, ngotot, tak mau menyerah.

Segi-segi itu tertestimoni terhadap Viktor Gyokeres, salah satu “buruan paling sexy” klub-klub besar pada bursa transfer musim 2025-2026. Striker ini akhirnya akan bergabung dengan Arsenal dengan durasi kontrak lima musim.

Sporting CP memasang banderol tinggi — hampir Rp 2 triliun — untuk pemain asal Stockholm, Swedia yang diminati oleh antara lain Manchester United, Manchester City, Paris St Germain, Barcelona, dan Arsenal itu. Dan, Gyokeres bersikeras untuk bergabung dengan Meriam London ketimbang menyusul mantan pelatihnya di Sporting, Ruben Amorim yang kini mengarsiteki MU.

Akhirnya, Arsenal-lah yang memenangi perburuan penuh drama itu.

Viktor Gyokeres akan menjadi amunisi Mikael Arteta di lini depan pasukannya, setelah selama ini dia jarang bisa mengandalkan penyerang murni.

Pernah Gagal di Brighton
Pernah gagal di Brighton & Hove Albion, Gyokeres menunjukkan mentalitas kuat. Dia menyepakati pinangan Arsenal dengan kontrak jangka panjang, senilai 80 juta poundsterling atau lebih dari Rp 1,7 triliun. Dia akan menjadi bintang Swedia kesekian setelah Andres Limpar dan Freddie Ljungberg serta beberapa pemain lain yang menjadi pilar Arsenal.

Dia merupakan pembelian kelima Arsenal pada bursa transfer musim panas ini. Sebelumnya, Meriam London telah memboyong Martin Zubimendi, Christian Norgaard, Noni Madueke, serta kiper Kepa Arrizabalaga.

Gyokeres ngotot pindah ke Liga Primer. Dia bertekad “melunasi utang”, setelah gagal bersinar di Brighton dan baru memperlihatkan potensi di Championship bersama Coventry City.

Dia bergabung ke Brighton pada Januari 2018, memulai dari tim U-23, dengan hanya tampil delapan kali di semua ajang, tanpa menit bermain di Liga Primer.

Selama 3,5 musim bersama Brighton, dia dipinjamkan tiga kali: ke St Pauli, Swansea City, lalu ke Coventry yang kemudian mempermanenkannya pada Juli 2021. Di klub Championship itulah dia mulai menjadi perhatian.

Penyerang setinggi 189 cm itu mencetak total 43 gol dan 17 assist dalam 116 penampilan di semua ajang. Setelah hanya mengemas tiga gol pada musim perdana, performanya meningkat dengan 18 gol, lalu 22 gol di dua musim berikutnya.

Ketajaman itu membuat Sporting CP di Liga Portugal merekrutnya. Dia makin produktif, mencetak 97 gol dari 102 penampilan, plus 28 assist.

Tantangan di Inggris
Kini Gyokeres menghadapi tantangan, bisakah memperbaiki performa di liga yang lebih sulit. Liga Portugal tidak termasuk lima liga top Eropa. Setidak-tidaknya, mentalitas Gyokeres mendapat tantangan baru.

Dia punya modal etos kerja kuat, karakter “ngeyel” yang mengantarkan ke level sekarang.

Staf pelatih Coventry, Dennis Lawrence ingat karakter Gyokeres. Suatu ketika, dia menertawakan si pemain, yang berniat mengambil tendangan bebas.

“Saya terbahak ketika melihat dia bikin gol tendangan bebas buat Sporting. Di Coventry, dia akan mencoba tendangan bebas saat latihan, dan saya akan bilang ‘Tidak, kamu tidak ambil tendangan bebas, Viktor’,” ujar Lawrence dikutip BBC (detik.com, 7 Juli 2025).

Lawrence melihat aura mentalitas Gyokeres yang seperti mengungkapkan gestur, “Tidak, saya tahu saya bisa melakukannya”.

Dan, sekarang? “Dia mencetak gol-gol tendangan bebas yang luar biasa. Dia punya kemampuan itu, fokus dan meraih apa pun yang dia mau.”

Mantan rekannya di Brommapojkarna, klub Swedia yang merupakan tim profesional pertama Gyokeres, juga bertestimoni serupa. Menurut Gustav Sanderg Magnusson, Gyokeres sangat ambisius dan fokus pada gol.

“Ada satu sesi latihan, saat itu saya berteriak padanya, ‘Viktor, umpan bolanya, umpan!’ Dan, dia tak melihat saya sama sekali. Frustrasi banget rasanya,” kisahnya.

“Etos” keras kepala itu tampak saat Gyokeres menginginkan tantangan baru. Dia sempat bersitegang dengan Presiden Sporting CP, Frederico Varandas, karena merasa ada ketidakjujuran soal harga jualnya. Gyokeres sempat mogok latihan dan main.

Bahkan, pemain 27 tahun itu disebut-sebut sampai memutuskan pacarnya, Ines Aguiar, demi keinginan pindah ke Inggris.

Inikah “harga” ikhtiar pencapaian level? Seseorang harus fokus, konsisten, dan yakin dengan ambisinya. Katakanlah, harus “keras kepala”. Gyokeres akan membuktikannya nanti setelah benar-benar berada di lingkungan klub barunya.

Dan, “etos ngèyèl” inikah yang mengiringi perjalanan pencapaian Viktor Gyokeres hingga ke level sekarang?

Amir Machmud NS; wartawan Suarabaru.Id dan Ketua PWI Provinsi Jawa Tengah