blank
Ketua Umum YPIIQ Jateng di Wonosobo, H Heru Irianto, SE MSi (kiri) saat memberikan keterangan pada wartawan. Foto : SB/Muharno Zarka

WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Masa jabatan Rektor Unsiq Jawa Tengah di Wonosobo periode 2021-2025, Dr H Zaenal Sukawi, MA, akan berakhir pada Jumat, 8 Agustus 2025 mendatang.

Senat Universitas telah melakukan seleksi awal pemilihan calon Rektor Unsiq Jateng periode 2025-2029 untuk menahkodai perguruan tinggi swasta berbasis pesantren itu pada lima tahun yang akan datang.

Ketua Umum Yayasan Pendidikan Ilmu-Ilmu Alquran (YPIIQ) Jateng Heru Irianto, dalam konferensi pers di Kantor YPIIQ di Lantai II Masjid KH Muntaha Al-Hafidz Kampus II Unsiq, Jumat (11/7/2025), menyebut ada 6 dosen yang lolos seleksi akhir dalam pemilihan calon Rektor Unsiq Jateng kali ini.

Ke-enam calon Rektor Unsiq Jateng tersebut, yakni Dr H Zaenal Sukawi, MA (Rektor incumbent), Dr KH Ngarifin Shidiq Al Hafidz, MPdI (Warek I Unsiq) dan Dr Sri Haryanto, MPd (Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan/FITK).

Selain itu, juga Dr Elfan Kaukab, SE MM (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis/FEB), Dr Ahmad Khoiri, MPd (Ketua Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat/LP3M) dan Dr M Ali Mustofa Kamal Al Hafidz, STh I MSi (Kepala Lembaga Penjamin Mutu/LPM).

“Sebenarnya sejak awal ada 7 nama yang ikut seleksi pemilihan calon Rektor Unsiq Jateng. Namun, satu nama yakni Dr H Mahfudz Junaedi, MH, mengundurkan diri saat nama-nama calon Rektor mau diajukan ke Dewan Pembina Unsiq untuk mengikuti fit and proper test,” ujar Heru.

Tinggal Diumumkan

blank
Ketua Umum YPIIQ Jateng di Wonosobo, H Heru Irianto, SE MSi. Foto : SB/Muharno Zarka

Menurut Heru, uji kelayakan calon Rektor Unsiq telah digelar pada 22 Juni 2025 dengan menghadirkan penguji dari Undip, UIN Walisongo, Universitas Wahid Hasyim, Unissula dan perwakilan internal Dewan Pembina Unsiq

“Seluruh hasil seleksi kini sudah berada di tangan Dewan Pembina Unsiq. Semua calon Rektor telah menandatangani pakta integritas dan menyampaikan visi-misi mereka. Sekarang tinggal menunggu keputusan Dewan Pembina Unsiq,” ujar Heru

Dia menegaskan bahwa proses seleksi berjalan adil dan terbuka, serta tidak membedakan antara petahana dan kandidat baru. Karena sebagai perguruan tinggi swasta, kewenangan penetapan Rektor baru sepenuhnya berada di Dewan Pembina.

Meski begitu, Heru mengakui bahwa Rektor petahana, Dr H Zaenal Sukawi, memiliki catatan prestasi selama masa kepemimpinannya, terutama dalam membawa Unsiq Jateng meraih akreditasi “Unggul” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Target ke depan, menurutnya, adalah menambah jumlah guru besar Unsiq menjadi empat pada tahun 2026. Saat ini, kampus yang mengusung tagline “Mendunia dengan Alquran” itu baru memiliki satu guru besar aktif dan satu lagi calon guru besar.

“Yang terpenting adalah bagaimana Rektor Unsiq mendatang mampu membawa perguruan tinggi swasta ini lebih maju, memiliki jejaring internasional yang kuat dan tetap berpijak pada nilai-nilai Alquran,” tandas Heru.

Adapun pengumuman resmi mengenai siapa yang akan ditetapkan sebagai Rektor Unsiq periode 2025–2029 dijadwalkan akan dilakukan pada 7 Agustus 2025 nanti.

Muharno Zarka