Semarang (SUARABARU.ID) – Semarang kini tak hanya dikenal sebagai kota yang aktif dengan komunitas burung kicau dan ayam aduan, tapi juga sedang mengalami lonjakan minat terhadap hobi baru yang unik dan menantang yaitu merpati pos racing. Fenomena ini makin terasa sejak hadirnya Kembali Perhimpunan Olahraga Merpati Pos (POMP) Garuda Semarang yang aktif menyelenggarakan latihan dan perlombaan terbang jarak jauh, bahkan hingga ke luar pulau.
Salah satu tokoh menarik dari geliat tren ini adalah Sri Widodo, pria asal Jalan Dewi Sartika, Semarang. Dikenal dengan nama panggilan Wiwid, ia adalah sosok yang kini total menekuni dunia merpati pos setelah sebelumnya menjadi penghobi burung berkicau dan ayam aduan. Perjalanan Wiwid menuju dunia merpati pos bermula tahun 2023 dari rasa penasaran yang berubah menjadi kecintaan mendalam.
” Awalnya saya cuma dengar cerita soal merpati pos bisa pulang sendiri meskipun dilepas dari tempat ratusan kilometer jauhnya. Saya pikir itu mitos,” ujar Wiwid saat ditemui di kediamannya, Rabu (9/7).
Namun, cerita demi cerita yang ia dengar dari teman dan media sosial membuatnya tertarik untuk membuktikan sendiri. Ia pun mulai mencari informasi lebih dalam hingga akhirnya memutuskan untuk mengambil tiga ekor piyik (anakan) merpati pos dari Yogyakarta, yang ia pelihara untuk dijadikan indukan dan mulai melakukan pembiakan (breeding).
Pada tahun 2024, Wiwid sebenarnya sudah siap untuk mencoba ikut lomba. Namun karena kandang atau gupon miliknya belum dilengkapi pintu trap, sistem mekanik yang penting untuk lomba karena berfungsi mempermudah menangkap kepulangan burung saat lomba, ia mengurungkan niat.
“Kalau nggak pakai pintu trap, susah nangkap merpatinya. Bisa pulang, tapi nilainya nggak masuk karena terlambat atau tidak tercatat,” jelasnya.
Titik balik datang menjelang Lebaran 2025, ketika ia memutuskan untuk membangun kandang koloni lengkap dengan pintu trap. Mulailah Wiwid melatih burung-burungnya agar terbiasa masuk ke kandang melalui pintu tersebut. Hasilnya, Merpati miliknya sudah mulai disiplin masuk trap dan siap tempur untuk lomba jarak jauh.
Sebagai bentuk keseriusannya, Wiwid menamai kandangnya dengan nama Shavin Loft, gabungan nama kedua anaknya, sebagai simbol cinta dan semangat keluarga.
“Saya ingin kegiatan ini bukan cuma hobi, tapi juga ada nilai edukasi dan kedekatan dengan anak-anak. Mereka juga ikut melihat dan belajar,” tuturnya.
Kini, Shavin Loft telah memiliki 5 pasang indukan aktif produksi dan beberapa merpati muda yang sedang dilatih kemampuan terbang atau ngawang. Bahkan, pada bulan Mei 2025, Wiwid kembali ke Yogyakarta untuk mengambil 2 pasang tambahan, dengan harapan bisa memperkuat lini indukan dan mencetak atlet terbang yang lebih tangguh.
Pada lomba yang diselenggarakan POMP Garuda Semarang dengan rute ke arah timur hingga ke Pulau Kangean, Wiwid hanya menurunkan dua ekor merpati pos. Meski baru pertama kali ikut serta, hasilnya luar biasa: kedua burungnya berhasil pulang ke kandang, bahkan salah satunya berhasil meraih peringkat ke-8 secara keseluruhan.
“Bayangkan burung kecil terbang menyeberangi laut dan pulang ke rumah. Itu kebahagiaan yang sulit dijelaskan,” ucapnya dengan mata berbinar.

Meski belum masuk tiga besar, Wiwid merasa bangga luar biasa karena baru pertama kali ikut serta dan sudah meraih hasil yang membanggakan.
Kini, dalam agenda lomba POMP Garuda berikutnya yang mengambil arah ke barat, Wiwid menurunkan 5 ekor merpati: 3 jantan dan 2 betina. Ia optimistis salah satunya bisa kembali menembus tangga juara.
Merpati pos bukan sekadar hobi bagi Wiwid, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan pemenuh rasa ingin tahu. Ia mengaku lebih rileks dan bahagia sejak menggeluti dunia ini.
“Setiap hari saya merasa seperti pelatih dan peneliti. Mengamati pola terbang, melatih kedisiplinan burung, bahkan membuat strategi lomba. Rasanya seru dan bikin ketagihan.” ujarnya.
Melihat minat masyarakat yang terus bertumbuh dan komunitas yang semakin aktif, ia berharap dunia merpati pos di Semarang bisa berkembang pesat. Ia juga membuka diri untuk siapa saja yang ingin belajar bersama dan mencoba, agar olahraga merpati pos bisa menjadi alternatif hobi yang positif dan menantang.
Dwi_prie













