blank

TEMANGGUNG SUARABARU.ID : Tari Sandul menjadi identitas masyarakat pegunungan khususnya Temanggung Jawa Tengah. Meski hampir punah karena tidak sepopuler Kuda Lumping, Wayang Kulit, dan Tari Topeng Ndayakan Tarian Sandul menyimpan kekayaan nilai budaya dan pesan moral yang mendalam.

“Tari Sandul bukan sekadar hiburan. Di dalamnya terdapat pesan-pesan luhur warisan leluhur yang penting untuk generasi sekarang dan mendatang,” ujar Bupati Agus saat menghadiri pentas Tari Sandul di Dusun Langgeng, Kecamatan Tlogomulyo.  Bupati Temanggung, Agus Setyawan, mengajak seluruh masyarakat untuk ikut melestarikan kesenian ini agar tidak punah ditelan zaman.

Melalui pentas seni, masyarakat dapat berkumpul, berinteraksi, sekaligus menjaga tradisi leluhur. pelestarian seni dan budaya lokal juga menjadi media penting dalam mempererat kerukunan antarwarga

Tari Sandul merupakan seni pertunjukan turun-temurun dengan dialektika khas di setiap kelompoknya. Kesenian ini mengandung unsur akulturasi budaya dari berbagai etnis seperti Tionghoa, Belanda, dan Jawa.

Pesan moral terkandung dalam tarian ini khususnya budaya perilaku Jawa, seperti tata krama istri terhadap suami pesannya tak hanya soal hiburan, tetapi juga pendidikan moral dan Sejarah

Sementara itu keberadaan galah bambu dengan lampu atau oncor di ujungnya juga mengandung makna spiritual yaitu Kain itu melambangkan kitab Alquran, sementara galah dengan lampu berarti cahaya. Filosofinya, belajar ilmu dari kitab suci harus dengan hati yang terang

CC