SEMARANG (SUARABARU.ID)– Ketua Umum PASI Jawa Tengah, Rumini, memberikan apresiasinya pada semua pihak yang telah mendukung, hingga lancarnya penyelenggaraan Kejurnas Atletik Jateng Open 2025. Dia juga menyatakan kagum, dengan semangat juang para atlet kabupaten/kota yang menjadi juara di event ini.
”Meski tak ada pemecahan rekor, tapi lomba yang ditangani wasit berkualifikasi Nasional ini, berjalan mulus. Berdasarkan hasil eveluasi sementara kami, dari sisi prestasi ada sejumlah atlet di Jateng sudah memenuhi limit Porprov, bahkan ada yang menjadi juara,” kata dia dalam keterangannya usai selesainya event ini, Sabtu (5/7/2025).
Disampaikan juga, dengan hasil ini pembinaan di daerah sudah berjalan baik. Kesempatan meraih tiket ke Porprov masih ada di Kejurnas Solo bulan depan dan Kejurprov pada Oktober nanti.
Kabid Binpres KONI Jateng itu juga mengakui, kehadiran pelari Nasional, salah satunya pelompat jauh dan jangkit, Maria Londa, turut memotivasi semangat para atlet yang ikut bersaing.
”Maria Londa dengan nama besar dan prestasi internasionalnya, saya kira ikut memacu motivasi, dan memberikan ilmu kepada atlet Jateng,” tutur Rumini, yang dalam waktu dekat akan menyandang gelar Profesor itu.
Sementara itu, dalam Kejurnas Atletik Jateng Open 2025 yang berlangsung mulai Kamis-Sabtu (3-5/7/2025), di Stadion Tri Lomba Juang, Mugas, Semarang itu, kuartet pelari Kota Salatiga tampil perkasa, dengan menggaet medali emas nomor final 4×400 meter estafet putri.
BACA JUGA: Luncurkan Fraksi Partai Golkar Corner, Mohammad Saleh Komitmen Jadi Mitra Kritis Pemerintah
Menurunkan empat pelarinya, Nashrina Salafi, Liviana Rizki, Kalila Annora, dan Devia Putri, Salatiga mencatatkan waktu terbaiknya 4 menit 06.66 detik. Waktu yang dicapai tim Salatiga ini di atas limit waktu untuk persyaratan lolos ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2026 (4 menit 30 detik).
Di nomor ini, posisi kedua ditempati tim Kota Surakarta yang membukukan waktu 4:18.77, dan urutan ketiga ada tim asal Kabupaten Blora (4:21.05).
Sedangkan emas final 4×400 meter estafet putra, menjadi milik tim Kabupaten Bekasi dengan waktu 3 menit 25,15 detik. Medali perak dan perunggu masing-masing diraih Kota Surakarta (3:25.77) dan Samaratungga Surabaya (3:29.01).
BACA JUGA: Festival Gunung Slamet Resmi Dibuka, Pecahkan Rekor MURI
Pada nomor final 3.000 meter Steeplechase atau lari halang rintang putri, Nur Aulia Sifa dari Kabupaten Blora, berhasil menjadi juara dengan waktu 13:06.53. Nur Aulia sendiri berhak atas tiket Porprov 2026, karena waktunya di atas limit Porprov (13:30).
Urutan kedua di nomor ini ditempati Djenar Maesa Ayu (Kota Cirebon/13:38.32) dan ketiga Laela Salsabila (Blora/13:45.88). Di bagian putra, pelari Kabupaten Bekasi, Dobi Yorlandi, merebut dengan waktu 9:53.96, disusul Refan Arta (Atletik Bumi Siliwangi/10:12.27) dan Markus Lodwyk (PASI Ciamis/10:22.16).
Hingga selesainya lomba, kontingen Kabupaten Bekasi menjadi Juara Umum Jateng Open 2025, dengan capaian 6 emas, 2 perak. Posisi kedua ditempati Kota Salatiga dengan 5 emas, 4 perak dan 3 perunggu, dan ketiga PASI DKI Jakarta dengan 3 emas, 2 perak, dan 1 perunggu.
Klasemen Akhir Jateng Open 2025:
1. Kabupaten Bekasi (6-2-0)
2. Kota Salatiga (5-4-3)
3. PASI DKI Jakarta (3-2-1)
4. Papua Athletics Center (3-1-2)
5. Kabupaten Kuningan (3-0-1)
6. Kota Surakarta (2-3-1)
7. PASI Bandung (2-1-2)
8. Atletik Bumi Siliwangi (2-1-0)
9. Asics Running Club (2-0-0)
10. Kabupaten Blora (1-3-5)
Riyan













