JEPARA (SUARABARU.ID) – Salah satu agenda yang diusung oleh Junarso, Wakil Ketua DPRD Jepara dalam peringatan Juni Bulan Bung Karno adalah Diskusi Program Ketahanan Pangan. Kegiatan yang berlangsung Rabu (25/6-2025) di Caffe Pendopo Rolet Desa Klepu ini diikuti oleh perwakilan Gapoktan dan Poktan se Kecamatan Keling.
Junarso yang juga Sekretaris DPC PDI Jepara menyebut, petani adalah ujung tombak kedaulatan pangan karena itu tidak boleh ada petani yang tidak tersentuh program pemberdayaan petani, termasuk bantuan-bantuan yang dikucurkan oleh pemerintah. “Karena itu harus dipastikan kehadiran Gapoktan dan Poktan adalah mewakili kepentingan petani,” ujarnya

Menurut Junarso, kedaulatan pangan adalah bagian penting dari ajaran Trisakti Presiden Sukarno yang disampaikan dalam pidatonya pada peringatan kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus tahun 1964, utamanya mandiri secara ekonomi. “ Terkait kemandirian ekonomi, Bung Karno telah mewariskan kepada anak-anak bangsa ini sebuah konsep yang disebut berdiri di atas kaki sendiri (berdikari),” ungkap Junarso
Karena itu Junarso mengajak semua fihak harus bisa mengolah dan mengembangkan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, dengan tenaga-tenaga terdidik yang kita miliki. Kita harus bisa ciptakan pasar sendiri, bukan menjadi pasar bagi produk asing.

Terkait dengan kedaulatan pangan ini Junarso juga menyampaikan harapannya agar untuk memenuhi kebutuhan program Makan Bergizi Gratis di Jepara, harus disuplai oleh petani lokal.
Sedangkan ajaran Trisakti lainnya adalah berdaulat secara politik dan berkepribadian secara sosial-budaya. “ Ini adalah butir-butir gagasan Bung Karno yang layak dihidupkan dan ditumbuhkembangkan di tengah-tengah generasi muda kita. “Kita kini hidup di era globalisasi yang penuh dengan kompetisi yang sangat ketat. Namun, sebagai bangsa kita tak boleh kehilangan jatidiri,” tegasnya.

Bung Karno juga telah mewarisi karya-karya besar kepada bangsa ini, berupa gagasan kebangsaan, demokrasi, ideologi Pancasila, Indonesia sebagai negara hukum, sistem ekonomi kerakyatan, kegotongroyongan, dan berbagai gagasan besar lainnya. “Beliau telah menaburkan ide tentang Indonesia yang besar, bersatu, adil dan makmur di bawah panji Pancasila dan kibaran bendera merah putih. Kini menjadi kewajiban kita bersama untuk terus menjaga, melestarikan dan mengembangkannya dalam konteks kekinian” pungkas Junarso
Hadepe













