blank
Kepala SMPN 1 Welahan memberikan hadiah, piagam penghargaan, dan memasangkan selempang kepada 4 Duta Literasi terpilih.

JEPARA (SUARABARU.ID) – Sabtu, 21 Juni 2025 menjadi penanda akhir kegiatan belajar siswa di SMP Negeri 1 Welahan sebelum memasuki liburan panjang. Namun, bukan sekadar penutupan biasa—tiga hari terakhir pasca pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Semester Genap Tahun Ajaran 2024/2025 dimanfaatkan dengan penuh makna melalui gelaran Festival Literasi “Spenzala LITFEST 2025” yang mengusung tema: “Bersinar dengan Literasi: Dari Aksara Menuju Karya.”

Alih-alih mengadakan class meeting dengan lomba olahraga seperti lazimnya, sekolah justru membuka ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri dan menunjukkan geliat literasi mereka. Kegiatan ini bertujuan menguatkan budaya literasi, meningkatkan partisipasi siswa dalam membaca dan menulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap karya-karya siswa.

blank
Peserta lomba mading mini (lapbook) sangat antusias mempresentasikan karya lapbook mereka.

Tiga Hari Penuh Semangat dan Kreativitas

Hari pertama festival dibuka dengan babak penyisihan pemilihan Duta Literasi. Para peserta menunjukkan pemahaman literasi mereka dengan berbagai bentuk presentasi dan argumentasi yang menggugah.

Hari kedua menjadi ajang pembuktian kreativitas siswa melalui lomba Pohon Literasi dan Mading Mini (Lapbook). Seluruh kelas 7 dan 8 memamerkan hasil kegiatan literasi yang telah dilakukan sepanjang tahun. Ide-ide segar dan visualisasi yang menarik memperlihatkan betapa literasi tak hanya soal membaca, tetapi juga soal mengolah, menyusun, dan menyampaikan kembali dengan kreatif.

Puncak hari kedua adalah babak final pemilihan Duta Literasi. Setelah melalui seleksi ketat dan penilaian menyeluruh oleh dewan juri, akhirnya terpilih empat siswa terbaik yang dinobatkan sebagai Duta Literasi 2025 yaitu Samsul Khoirun Nizar (7A), Iffah Rasyiidah (7B), Gigih Maulana (8A), dan  Syifa Nahriyya Ramadani (8A)

blank
Salah satu penampilan siswa di Panggung Literasi Spenzala Litfest 2025

Panggung Literasi: Ruang Apresiasi dan Inspirasi

Hari ketiga menjadi puncak sekaligus penutup festival. Seluruh siswa berkumpul di halaman sekolah dalam suasana meriah. Panggung Literasi menjadi arena unjuk bakat dari masing-masing kelas. Ada musikalisasi puisi, puisi berantai, mini drama, tari, dan berbagai penampilan menarik lainnya. Tak hanya siswa, orang tua dan wali murid yang hadir untuk pengambilan rapor pun ikut larut dalam semaraknya kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Kepala SMP Negeri 1 Welahan,  Rofi’i, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kreativitas dan semangat literasi para siswa. Beliau menyatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang ekspresi, tetapi juga refleksi bagi perjalanan literasi selama setahun penuh.

“Terus pupuk semangat ini. Literasi adalah kunci masa depan. Dari aksara, kita melangkah menuju karya,” ujarnya penuh semangat.

Salah satu momen paling membanggakan adalah ketika diumumkannya pembaca buku terbanyak tahun ini, yang diraih oleh Melliana Intan Sari (7A). Selama satu tahun ajaran, Melliana telah membaca sebanyak 57 buku—sebuah pencapaian luar biasa yang diharapkan mampu menginspirasi siswa lainnya.

Menyemai Harapan, Menatap Masa Depan

Dengan diumumkannya para juara lomba dan Duta Literasi terpilih, Spenzala LITFEST 2025 menjadi bukti bahwa literasi bukan hanya sebuah program, tapi sebuah gerakan penuh jiwa. Apresiasi diberikan dalam bentuk hadiah dan piagam sebagai simbol pengakuan terhadap dedikasi dan pencapaian para siswa.

Semoga semangat literasi terus menyala di SMP Negeri 1 Welahan, menjadikan sekolah ini ladang subur bagi tunas-tunas bangsa yang cerdas, kritis, dan kreatif.

Hadepe – Endang