blank
Wahyu Puji Widodo bersama mahasiswa magang di kantornya, Jalan Jangli Tlawah Karanganyar Gunung, Candisari Semarang. Foto: Dok/Tim

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Prihatin akan jerat hutang bagi UMKM, bersama sejumlah advokat yang tergabung dalam Lembaga Perlindungan Konsumen Darma Keadilan “Yayasan Wakaf Wahyu Alam Rahardja”, Wahyu Puji Widodo S.H.,M.H membuka “Debt Free Center”.

Tujuan dibukanya Debt Free Center adalah untuk membantu mengatasi masalah hutang dan mencapai kebebasan finansial. Dengan memberikan layanan yang komprehensif, juga membebaskan diri dari belenggu hutang dan mencapai stabilitas finansial.

Om Wahyu, panggilan akrab Wahyu Puji Widodo ingin membantu mengatasi bagaimana melepas jerat hutang dengan pembekalan bisnis, keuangan dan mental serta upaya hukum bagi pelaku UMKM yang ditakut-takuti oleh oknum deb kolektor atau AO NPL, bahwa aset mereka akan dilelang.

Dengan dibukanya Debt Free Center ini, beberapa warga yang terjerat hutang renternir dan bank plecit juga meminta pendampingan dan konsultasi ke posko “Debt Free Center” yang beralamat di Jalan Jangli Tlawah No 20 RT/RW.08/V, Karanganyar Gunung, Candisari Semarang.

Menurut Om Wahyu, konsultasi gratis baik online maupun offline dilayani setiap saat oleh para advokat dan paralegal (asisten advokat), serta relawan pondok hukum dan bisnis Semarang.

“UMKM perlu diselamatkan dari jeratan hutang agar kembali menjalankan usaha secara sehat dengan bekal pendidikan tentang bisnis, keuangan dan hutang,” ungkap pria lulusan Magister Hukum Bisnis Universitas Semarang ini,” Kamis (12/6/2025).

Ia menyebut, UMKM kuat ekonomi sehat adalah konsep penting yang menggambarkan bagaimana UMKM berperan sebagai penopang utama perekonomian suatu negara, termasuk Indonesia.

“UMKM memberikan kontribusi signifikan terhadap PDB, penyerapan tenaga kerja, dan pembangunan ekonomi secara keseluruhan,” ujarnya.

Dikatakan bahwa ketakutan terkait hutang memang umum dan penting untuk diedukasi agar orang tidak hanya takut, tetapi juga memahami cara mengatasinya. “Edukasi ini bisa berupa pengetahuan tentang cara mengelola keuangan, memahami risiko berhutang, dan solusi untuk mengatasi masalah utang,” kata Om Wahyu.

Menurutnya, konseling keuangan dapat memberikan bantuan individu atau kelompok untuk mengatasi masalah utang dan membuat rencana keuangan yang lebih baik.

“Ketakutan terkait hutang dapat memicu stres dan kecemasan. Edukasi dapat membantu mengurangi stres dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola utang,” imbuhnya.

Ning S