JEPARA (SUARABARU.ID) – Saat didirikan tahun 1995, TK Ester I Bondo yang semula bernama TK Pertiwi Bondo menggunakan kegiatan belajar mengajar di rumah seorang warga bernama Sugiyanto. Kini TK Ester I memiliki gedung yang cukup megah berkat bantuan Corporate Social Responsibility dari PT Komipo sekitar Rp. 600 juta. Nama TK juga berubah menjadi TK Komipo Ester Margokerto.
Peresmian gedung ditandai pengguntingan pita oleh Mr An Sung Kyu, Komipo Future Business Division bersama Kook Hyun Cheol, KPJB Station Manager, Kabid PNF dan PAUD Disdikpora Ahmad Nurroqiq, Humas PLN UIK Tanjung Jati B Wawan Subiyanto dan Ketua Yayasan Lintang Margokerto, Margaret Satumi. Juga penandatanganan prasasti oleh Mr An Sung Kyu.

Peresmian gedung tersebut dihadiri oleh Bupati Jepara H. Witiarso Utomo yang diwakili oleh Kabid PNF dan PAUD Disdikpora Kabupaten Jepara, Ahmad Nurrofiq beserta Forkopincam Kecamatan Bangsri, Petinggi Bondo serta orang tua, pendeta dan warga sekitar.
Dalam sambutannya Mr An Sung Kyu, Komipo Future Business Division mengungkapkan, sejak dimulainya proyek Pembangkit Listrik Cirebon pada tahun 2005, KOMIPO telah berhasil melaksanakan berbagai proyek pembangkitan listrik di Indonesia selama 20 tahun terakhir, termasuk proyek Operasi dan Pemeliharaan (O&M) Pembangkit Listrik Tanjung Jati yang saat ini beroperasi di Jepara, serta pembangkit listrik tenaga air Wampu dan Tanggamus.

“Secara khusus, kami memberikan perhatian besar untuk tumbuh bersama Indonesia, yang memiliki banyak peluang usaha dan potensi pertumbuhan yang tinggi. Di antara berbagai upaya tersebut, kami secara khusus berfokus pada penciptaan lingkungan pendidikan bagi anak-anak dan generasi muda yang akan menjadi penentu masa depan Indonesia,” papar Mr An Sung Kyu.
Menurut An Sung Kyu, hari ini, TK KOMIPO ini juga merupakan hasil dari proyek kontribusi sosial KOMIPO di bidang pendidikan. Berkat bantuan dari banyak pihak selama delapan bulan terakhir, pembangunan ini akhirnya dapat diselesaikan. Sungguh mengharukan melihat anak-anak kini dapat bersekolah dan belajar di taman kanak-kanak ini,” ujarnya. Kami berharap banyak anak-anak di wilayah Jepara dapat menerima pendidikan yang berkualitas dalam lingkungan belajar yang baik di TK KOMIPO ini, dan tumbuh menjadi generasi penerus yang akan menjadi penggerak kemajuan Indonesia.

Pada akhirnya ia berharap agar anak-anak ini kelak dapat menjadi jembatan persahabatan antara Korea dan Indonesia. “KOMIPO akan terus mendukung proyek peningkatan lingkungan pendidikan di Indonesia sebagai bagian dari komitmen jangka panjang kami,” pungkasnya
Sementara Kook Hyun Cheol, KPJB Station Manager mengaku senang dapat memberikan kontribusi pada masyarakat dengan memberikan bantuan pembangunan TK Ester. “ Semoga tempat ini menjadi tempat yang menyenangkan bagi anak anak untuk meraih mimpi dan masa depannya,” ujarnya. Kami berharap sekolah ini bukan sekedar bangunan tapi menjadi tempat memberikan cinta dan harapan bagi anak-anak untuk meraih masa depannya.

Bupati Jepara dalam sambutannya yang disampaikan oleh Kabid PNF dan PAUD Disdikpora Kabupaten Jepara, Ahmad Nurrofiq mengucapkan terima kasih kepada Komifo yang telah mitra pembangunan pemerintah dengan memberikan kontribusi bagi bidang pendidikan.
Ia menjelaskan, usia 0-6 tahun adalah usia emas yang sangat menentukan pembentukan karakter dan kecerdasan. “Kami tentu memberikan apresiasi kepada Yayasan Lintang Margokerto dan para guru yang telah dengan sungguh – sungguh mengelola pendidikan pra sekolah ini hingga bisaa berkembang,” pungkasnya

Sejarah
Menurut Ketua Yayasan Lintang Margokerto Margaaret Satumi, kehadiran TK Ester dimulai tahun 1997 dengan didirikannya TK Pertiwi oleh SDN Bondo III. Peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Bupati Jepara waktu itu, Sunarto. Kemudian pengelolaannya diserahkan kepada Yayasan Pengembangan Kesejahteraan Masyarakat yang didirikan oleh GITJ Margokerto.
Baru pada tahun 2015, pengelolaan TK Ester diserahkan kepada Yayasan Lintang Margokerto hingga berkembang seperti sekarang dengan mengelola TK Ester yang memiliki 67 siswa dan Kelompok Belajar Lintang dengan jumlah 20 siswa. Sedangkan guru yang dimiliki untuk TK 4 orang dan KB 3 orang.

Organ Yayasan Lintang yang mengelola TK Ester terdiri dari pendiri Hadi Priyanto, Margaret Satumi, dan almarhum Supriyanto. Sementara pembina adalah Nuriharjo dan pengurus Margaret Satumi (Ketua), Dwi Kristiningrum (Sekretaris) dan Krisworini (Bendahara) serta Suharningsih (Pengawas).
Hadepe













