blank
Para lulusan Pascasarjana USM saat berfoto bersama di Gedung V Prof Ir Joetata Hadihardaja USM. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Ketua Pengurus Yayasan Alumni Universiras Diponegoro, Prof Dr Ir Hj Kesi Widjajanti SE MM, memberikan motivasinya, agar para lulusan magister dari tiga prodi ini Magister Manajemen, Magister Hukum dan Magister Psikologi, langsung “lari” mengamalkan ilmunya di masyarakat.

”Mulailah dari yang kecil untuk menjadi besar, harus sabar, telaten dan pantang menyerah untuk menjadi pemimpin yang terbaik. Jaga integritas dan sampaikan pada lingkungan Anda, Pascasarjana USM itu hebat top markotop,” kata dia, saat memberikan sambutannya dalam Pelepasan Lulusan Pascasarjana USM, di Gedung V Prof Ir Joetata Hadihardaja, Universitas Semarang (USM), baru-baru ini.

Pada kesempatan itu, Pascasarjana USM melepas 59 lulusan. Direktur Pascasarjana USM, Prof Dr Indarto SE MSi mengatakan, jumlah lulusan Pascasarjana USM itu terdiri dari 21 orang Magister Manajemen, 21 (Magister Hukum) dan 17 (Magister Psikologi).

BACA JUGA: Tim PKM Fakultas Teknik USM Lakukan Pendampingan Teknis di Mranggen

Berdasarkan predikat kelulusan, sebanyak lima orang lulusan dengan predikat Memuaskan, 29 (Sangat Memuaskan) dan 25 (Pujian).

Lulusan terbaik terbaik dari Magister Manajemen diraih Iwab Adiwibawa SM dengan IPK 3,93. Lalu dari Magister Hukum Edo Naufal Hanif SH (3,98) dan Magister Psikologi Muhammad Amin SSos (3,95).

”Sampai saat ini, lulusan Magister Manajemen ada sebanyak 2.069 orang. Magister Hukum 635 orang dan dari Magister Psikologi 154 orang. Yang semuanya sudah tersebar di berbagai kementerian dan lembaga swasta. Mereka menjadi pimpinan untuk mengabdi pada bangsa dan negara Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA: Mahasiswi Psikologi USM Juara Pilmapres 2025

Ketua Program Studi S2 Magister Hukum USM, Dr Drs Adv H Kukuh Sudarmanto BA SSos SH MH MM menyatakan, para lulusan semuanya sudah bekerja. Ada yang di eksekutif, legislatif, yudikatif maupun memimpin lembaga sendiri, seperti para advocat atau lawyer.

”Ada yang menjadi pimpinan DPRD Kabupaten Demak, dan Kepala Kantor Urusan Agama di Kalimantan. Karena kuliahnya kami bangun dengan metode hybrid system, maka mahasiswa kami dari berbagai provinsi di Indonesia. Bahkan ada yang dari Hongkong, Singapura dan Brunei Darussalam. Semester ini kami juga menerima mahasiswa mahasiswi program RPL,” ungkapnya.

Riyan