blank
Mahasiswa KKN Tematik IV USM, saat memberikan pelatihan pembuatan paving block dari limbah sampah plastik, pada warga Kelurahan Rejosari. Foto: dok/usm

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik IV Universitas Semarang (USM), memberikan pelatihan pembuatan paving block dari limbah sampah plastik, pada warga Kelurahan Rejosari, pada Sabtu (17/5/2025).

Kegiatan itu tidak hanya dihadiri mahasiswa dan dosen pendamping, tetapi juga melibatkan Kepala Kelurahan Rejosari, serta para pengurus dan penggerak Bank Sampah setempat, serta Mahasiswa International Mobility dari Central Luzon State University.

Dosen Pendamping Lapangan, Sinta Pramucitra mengatakan, pelatihan itu merupakan bagian dari tema KKN tahun ini, yang mengangkat isu kebencanaan dan sosial ekonomi.

BACA JUGA: FTIK Universitas Semarang Lepas Calon Wisudawan

Melalui inovasi pengolahan sampah plastik menjadi paving block, program ini diharapkan dapat menjadi solusi terhadap dua permasalahan sekaligus, yakni pengelolaan sampah dan peningkatan ekonomi warga.

Sinta berharap, program ini bisa berdampak jangka Panjang. Dia menyebut, melalui kegiatan ini, pihaknya ingin mahasiswa tidak hanya belajar di lapangan saja, tetapi juga memberi kontribusi nyata kepada masyarakat.

”Paving block dari limbah plastik ini, tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga bernilai ekonomis. Kami berharap, warga bisa memproduksi dan menjual paving block ini, sekaligus membantu mengatasi masalah genangan air di wilayah Rejosari,” kata Sinta.

BACA JUGA: Tim PKM USM Beri Pelatihan Konten Kreatif Lewat CapCut di SMA Sint Louis

Menurutnya, kegiatan itu menjadi bukti nyata, sinergi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat, dapat melahirkan solusi inovatif yang bermanfaat secara sosial dan ekonomi.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Rejosari, Ema Nurhayati SE MM, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Pihaknya juga menyambut baik kegiatan ini, karena sejalan dengan kebutuhan masyarakat Rejosari.

”Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap pengurus Bank Sampah bisa mengembangkan produk ini, dan menjadikannya sebagai sumber ekonomi baru. Selain itu, sebagai upaya pengurangan sampah plastik, dan penanganan genangan air yang masih terjadi di beberapa titik,” ungkapnya.

Riyan