blank

JEPARA (SUARABARU.ID)- Salah satu situs bersejarah yang ada di kota Madinah adalah Masjid Abu Bakar Ashiddiq. Masjid yang dibangun pada tahun sekitar 670 Masehi ini terletak di komplek masjid Nabawi.

blank
Masjid Abu Bakar Ash-Sidiq salah satu situs bersejarah Islam.

Dari keterangan yang tertera di depan masjid, Masjid Abu Bakar dibangun pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Azis.

Meskipun beberapa kali mengalami renovasi, namun gaya arsitektur klasik tetap dipertahankan. Menurut informasi, beberapa renovasi besar dilakukan pada masa Sultan Mahmud II tahun 1254 H (sekitar 1838H).

Material utama yang digunakan untuk membangun Masjid Abu Bakar di Madinah adalah batu basal hitam untuk dinding dan struktur utamanya, dengan kubah dan menara juga menggunakan bahan serupa, sedangkan pintunya terbuat dari kayu. Bagian dalam masjid dicat putih, dan puncak menaranya dihiasi tembaga berbentuk bulan sabit.

Bangunannya memang sederhana tapi tetap punya nuansa klasik dan antik yang khas.

Saat suarabaru.id berkesempatan masuk ke dalam masjid, beberapa wisatawan dari berbagai negara termasuk Indonesia sedang melakukan sholat. Masjid tersebut dulunya adalah tempat shalatnya sahabat sekaligus mertua Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Bahkan menurut cerita masjid tersebut pernah dijadikan tempat sholat Ied oleh Abu Bakar bersama Nabi Muhammad.

Waktu pagi adalah waktu yang tepat untuk mengunjugi Masjid Abu Bakar, karena udaranya tidak terlalu panas. Biasanya, para jamaah haji asal Indonesia akan berjalan-jalan usai shalat Subuh berjamaah di Masjid Nabawi dan ziarah ke makam Rasulullah di Raudhoh.

Masjid Abu Bakar merupakan situs penting dalam sejarah Islam. Masjid yang dikelilingi pertokoan modern ini menjadi tempat favorit para jamaah haji dan umroh asal Indonesia.

ua