blank

JEPARA (SUARABARU.ID)- Calon Jamaah Haji (CJH) Kloter SOC 44 asal Jepara sudah memasuki hari ke 7 berada di Madinah. Mereka diperkirakan akan berangkat ke Mekah pada Kamis, (22/5/2025).

Sejumlah keluhan mulai dirasakan oleh para CJH, terutama daya tahan tubuh mereka dalam menghadapi cuaca di Madinah yang ekstrem, khususnya untuk para lansia dan yang punya penyakit resko tinggi (risti). Cuaca panas yang berlebihan di siang hari bisa mencapai 39° celcius.

Beberapa CJH mengalami dehidrasi, kulit kering, radang tenggorokan, kaki dan bibir pecah-pecah, batuk, pilek, hingga gangguan pencernaan.

“Cuaca panas yang berlebihan memang menyebabkan kaki pecah-pecah, bibir kering, sariawan dan kulit terbakar”, ujar dr. Tyas Pundi Utami Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Jepara, Senin (19/5/2025), saat rapat koordinasi bersama Ketua Rombongan dan Ketua Regu.

“Mohon para CJH bisa mengikuti saran dari TKHI dalam menjaga daya tahan tubuh. Terutama resiko makan di luar jam makan yang akan menyebabkan gangguan pencernaan”, ungkapnya.

Lebih lanjut, dr. Tyas juga memberi edukasi terkait kulit terbakar di tengah terik panas kota Madinah. Ia menyarankan untuk menggunakan pelembab (vaselin, lotion, lipbalm, sunscreen).

“Jangan lupa minum oralit dua kali satu sachet untuk menjaga keseimbangan elektrolit tubuh yang bisa membantu mencegah dehidrasi. Selalu menggunakan masker dan memakai alas kaki”, bebernya.

Sementara itu, Bimbingan Ibadah (Bimbad) Selamet Riyadi, menganjurkan para CJH memaksimalkan sisa hari di Madinah dengan ziarah Wada. “Rencana perjalanan menuju Mekah akan memakan waktu sampai enam jam” kata Selamet.

“Untuk itu, persiapan bagi laki-laki harus berpakaian ihrom, mandi, sholat, memotong kuku, cukur rambut, semua persiapan harus dilakukan di Madinah”, terangnya.

Sementara itu, salah satu kelompok jamaah haji asal KBIHU Masalikil Huda, Jepara juga terlihat tengah melakukan persiapan dengan cara melakukan pemantapan di hadapan para jamaah. Para CJH dibimbing kembali jelang keberangkatan mereka ke Mekah.

ua