blank
Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Semarang, Guntur Sahat Hamonangan dalam sosialisasi capaian kinerja Kantor Imigrasi Semarang. Foto: Ning S (SUARABARU.ID)

SEMARANG (SUARABARU.ID) –  Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Semarang, Guntur Sahat Hamonangan menyebut, gedung baru yang berlokasi di Jalan Tugu Kota Semarang siap memberikan layanan yang lebih cepat, nyaman dan profesional.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan sosialisasi capaian kinerja kantor Imigrasi Semarang pada Selasa (20/5/2025) yang diikuti para awak media di Semarang.

Guntur mengatakan, gedung baru tersebut dibangun sesuai dengan pedoman tata ruang Kantor Imigrasi yang modern dan berorientasi pada pelayanan publik.

blank
Gedung baru Kantor Imigrasi Kelas 1 Khusus TPI Semarang. Foto: Ning S (SUARABARU.ID)

Menurut Guntur, gedung baru yang dibangun di atas lahan seluas 22.000 meter persegi, dengan bangunan tiga lantai ini dilengkapi dengan fasilitas modern dan ramah publik.

Relokasi tersebut merupakan bagian dari komitmen peningkatan pelayanan keimigrasian dan mendukung terwujudnya Zona Integritas (ZI) menuju WBK/WBBM.

“Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang baru-baru ini mengikuti kegiatan desk evaluasi pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) oleh Tim Penilai Internal (TPI),” tuturnya.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk menunjukkan komitmen dan capaian nyata dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan prima dalam pelayanan.

Menurutnya, kegiatan desk evaluasi menjadi bagian penting dalam tahapan penilaian menuju predikat WBBM. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen berkelanjutan, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang siap memberikan pelayanan terbaik dan menjadi role model satuan kerja yang profesional, responsif, dan berintegritas.

Pada kesempatan ini, Guntur juga mengungkapkan capaian kinerja Kantor Imigrasi Semarang selama bulan Januari hingga April 2025.

“Selama bulan Januari hingga April 2025, Kantor Imigrasi Semarang menerbitkan paspor sebanyak 18.269 permohonan (24.25 persen), ijin tinggal WNA 1.175 (21.74 persen), dan tempat pemeriksaan keimigrasian 44.148 pemeriksaan (269, 40 persen),” terangnya.

Selain itu, Guntur juga menyoroti terkait isu-isu yang tengah dihadapi, seperti rencana reaktivasi Bandara Internasional Ahmad Yani sebagai TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) .

Ning S