blank
Pendeta GKJ Taman Asri Gunawan Anggono Samekto memberkati jemaat saat memimpin ibadah dan baptisan di GKJ Taman Murni, Minggu (18/05/2025). Foto: Anind

SRAGEN (SUARABARU.ID) – Dua gereja bertetangga, GKJ Taman Asri dan GKJ Taman Murni bersepakat menjalin keharmonisan dengan kebaktian bersama, Minggu (18/05/2025). Hal itu menjadi peristiwa bersejarah kedua GKJ yang pernah renggang selama 17 tahun lebih.

Momen bersatunya kembali kedua gereja Jawa di Sragen itu terjadi saat baptisan yang dilayani Pendeta GKJ Taman Asri Gunawan Anggono Samekto, S.Si -Teol, MSi di GKJ Taman Murni, Minggu (18/05/2025).

“Kehadiran jemaat dari GKJ Taman Asri beserta Tim Paduan Suara Gita Swastika, disambut hangat warga GKJ Taman Murni,” tutur Ketua Majelis GKJ Taman Murni Teguh Soemarno Putra.

Jemaat tidak hanya bergembira, di antaranya bahkan menitikkan air mata bahagia. Dikatakan kebaktian Minggu (18/05/2025) juga ada momen baptisan anak Miguel Melvin Kurniawan dan Nathanael Kenzo Arlando serta baptis dewasa Yolanda Gamaliel.

Pendeta GKJ Taman Murni Christian Galabara AP, SSi Teol, nampak menunggui prosesi baptisan di kursi terdepan.

Teguh menerangkan, bahwa ini adalah rintisan segenap majelis dan warga jemaat yang ingin kembali harmonis.

Agus Raharjo, anggota Majelis GKJ Taman Murni merasakan kebaktian bersama itu terasa damai di hati. “Kadya siniram banyu wayu sewindu (ibarat disiram air yang didiamkan selama sewindu),” ungkapnya terbata-bata menahan haru.

Kelak jika semuanya berjalan lancar, maka Warga GKJ Taman Murni dengan grup Paduan Suara Gita Puan, gantian menyambangi ibadah di GKJ Taman Asri.

Jarak antara GKJ Taman Asri di Jalan RA Kartini dengan GKJ Taman Murni di Jalan Cemara No.15 Sragen  itu sebenarnya hanya sekitar 500 meter.

Tetapi jemaat di gereja tetangga itu pernah menghadapi persoalan internal gereja yang tak kunjung selesai pada tahun 2008 hingga 2025.

Kini jemaat sudah ingin menyudahi persoalan internal gereja. Pembicaraan ke depan hanyalah pembicaraan produktif untuk merukunkan kembali jemaat gereja.

Dulu,  sekitar tahun 2008 hampir separuh jumlah warga GKJ Taman Asri melakukan eksodus atau boyongan meninggalkan Gereja Taman Asri dan berkebaktian secara nomaden atau berpindah-pindah tempat.

Hingga pada akhirnya, jemaat membangun gereja sendiri diatas tanah hibah keluarga dr. Soeratno di Jalan Cemara No.15 Sragen. Gereja mungil yang pembangunannya ditalangi H. Sabar Santosa itu pun akhirnya berdiri dan menjadi GKJ Taman Murni dan diresmikan mantan Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman pada 2 Februari 2012.

Dalam perjalanan waktu, sejumlah anggota majelis gereja melakukan kontak untuk menjalin kembali kebersamaan.

Seperti gayung bersambut, majelis dan warga jemaat memberikan lampu hijau. Sehingga terjadi persekutuan ibadah bersama di GKJ Taman Murni pada momen baptisan, Minggu (18/05/2025).

“Kembalinya kebersamaan ini karena kehendak Gusti Allah,” ujar Pendeta Gunawan Anggono Samekto.

Dikatakan kendati Pengurus Klasis dan Pengurus Sinode Jateng berupaya merukunkan kembali kedua gereja itu kalau tanpa kehendak Gusti Allah, tidak akan terwujud.

Kedua majelis gereja dan jemaat bersepakat menjalin kembali harmonisasi sebagai warga jemaat Kristen.

Rencana ke depan, majelis gereja atau pun pendeta kedua gereja itu akan sering melakukan tukar mimbar.

Kalangan muda dan warga jemaat kedua gereja menyambut  rujuk atau baikan kembali.

Anind