blank

JEPARA (SUARABARU.ID)- Salah satu kekalahan terbesar dalam sejarah peperangan Rasulullah SAW adalah saat melawan pasukan Quraisy di Gunung Uhud pada 15 Syawal 3 Hijriah atau sekitar bulan Maret 625 Masehi.

blank
Jamaah haji asal Indonesia saat berada di salah satu bukit Uhud.

Gunung Uhud atau yg juga disebut Jabal Uhud ini terletak sekitar 5 kilometer sebelah utara Kota Madinah , dan menjadi saksi gugurnya para Syuhada. Dalam sebuah riwayat diceritakan, pasukan muslim yang berjumalah 1000 orang hampir saja mengalahkan pasukan Kafir Quraisy yang berjumlah 3000 pasukan.

Kekalahan ini merupakan pukulan telak bagi pasukan Muslim. 72 orang gugur sebagai Syuhada, salah satunya Hamzah bin Abdul Muthalib sahabat sekaligus paman Nabi. Ia dibunuh oleh Wahyu bin Harb, budak Quraisy yang di kemudian hari masuk Islam.

Dalam peperangan, pasukan muslim sebenarnya sempat unggul karena strategi Rasulullah yang menempatkan 150 orang pemanah di atas bukit Uhud untuk melindungi pasukan yang berada di bawah bukit. Kemenangan di depan mata akhirnya gagal diraih karena pasukan muslim tidak mematuhi instruksi Rasulullah SAW.

Di saat pasukan Quraisy kewalahan dan mulai mundur, pasukan pemanah berbondong-bondong menuruni bukit Uhud untuk berebut ghanimah atau harta rampasan perang. Padahal Rasulullah mengintruskiskan mereka untuk tetap berada dalam posisi.

Melihat kesempatan tersebut, pasukan Quraisy yang dipimpin Khalid bin Walid, yang awalnya mulai mundur kembali ke arena pertempuran karena merasa aman dari para pemanah yang berada di atas bukit. Serangan balik cepat ini membuat pasukan Muslim menjadi terkejut dan tidak teratur sehingga mengalami kekalahan. Tercatat 72 orang wafat sebagai Syuhada.

Fakta-fakta Perang Uhud

Pasukan Muslim yang awalnya 1000 orang berkurang menjadi 700 pasukan karena yang 300 membelot atas ajakan Abdullah bin Ubah. Sementara pasukan Quraisy terdiri dari 200 tentara berkuda, 700 pasukan unta dan sisanya pasukan pemanah dan pejalan kaki.

Perang Uhud dilatarbelakangi karena kekalahan mereka dalam Perang Badar, kekalahan inilah yang menjadikan dendam sehingga Abu Sufyan dan para saudagar mengumpulkan harta bersama dengan golongan Ahabisy, yaitu kabilah-kabilah Arab di luar Quraisy yang telah sepakat meneyerang Nabi Muhammad SAW.

Bukit Uhud akan berada di surga seperti Hadist Nabi yang mengatakan: “Bukit Uhud adalah salah satu dari bukit-bukit yang ada di surga”. (HR. Bukhari).

Jasad para Syuhada yang di makamkan di area Bukit Uhud masih utuh setelah ribuan tahun. Sewaktu terjadi banjir bandang makam para syuhada ikut diterjang banjir. Setelah air surut jasad-jasad terlihat masih utuh dan kemudian dimakamkan kembali.

ua