MAGELANG ( SUARABARU.ID)- Masyarakat Magelang dengan antusias menyambut kedatangan 36 Bhikkhu Thudong yang melakukan perjalanan spiritual dari Bangkok , Thailand hingga Candi Borobudur. Saat tiba di Kota Magelang, Jumat ( 9/5/2025),masyarakat setempat berbaris di pinggir jalan yang dilalui rombongan bhikkhu sambil memberi makanan ,uang dan minuman.
Begitu pula sebaliknya, para Bhikkhu Thudong memberikan cinderamata berupa gelang bagi masyarakat yang menyambutnya. Selain itu, mereka juga memberikan uang kepada anak-anak kecil yang menunggu kedatangan rombongan tersebut.
Sesampainya di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Liong Hok Bio Kota Magelang, kesenian khas etnis Tionghoa barongsay, menyambut kedatangan para bhikkhu yang telah tiga bulana lebih berjalan dari Thailand ke Indonesia.
Selain disambut kesenian barongsay, umat Tri Dharma juga membasuh kaki para bhikkhu dan menebarkan bunga mawar yang dilalui rombongan bhikkhu, saat hendak masuk ke dalam klenteng yang berada di Jalan Alun-alun Selatan Kota Magelang.
“”Penyambutan para Bhikhhu Thudong ini dengan kesenian Barongsay ini melambangkan kemakmuran, kesejahteraan dan kebahagiaan. Sedangkan, pembasuhan kaki para bhikkhu dan penaburan bunga mawar, sebagai penghormatan para umat kepada para bhikkhu yang telah menempuh ribuan kilometer dari Thailand hingga di Kota Magelang ini,”kata Wakil Ketua Harian TITD Liong Hok Bio Magelang, Gunawan.
Gunawan mengatakan, setelah istirahat di aula klenteng, para bhikkhu mendapat layanan pijat dan terapi gratis dari komunitas terapi tradisional Magelang. Pada malam harinya, para bhikkhu menginap di aula TITD Liong Hok Bio.
“Kami menyediakan aula klenteng untuk tempat istirahat dan menginap para Bhikkhu,”kata Gunawan.
Salah satu Bhikkhu Thudong asal Thailand, Bhante Witchai mengaku senang bisa kembali melakukan perjalanan spiritual dari Thailand ke Candi Agung Borobudur.
Ia mengatakan, perjalanan spiritual tahun ini merupakan ketiga kalinya.
“Selama perjalanan di Indonesia dirinya sangat senang. karena disambut oleh masyarakat Indonesia dari berbagai agama yang ada di Indonesia dan menunjukkan toleransi beragama di Indonesia cukup tinggi,”katanya.
Sebelum melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur, para Bhikkhu Thudong pada Sabtu ( 10/5) pagi akan melakukan pindhapatta ( menerima dharma dari umat berupa uang, makanan, dan bahan kebutuhan lainnya). Pindhapatta ini dilaksakan di sepanjang Jalan Pemuda Kota Magelang
“Sebelum melaksanakan pindhapatta , para bhikkhu membaca parita(syair-syair Buddhis yang biasanya diambil dari Kitab Tripitaka,red),”katanya.. W. Cahyono













