WONOSOBO (SUARABARU.ID) – Direktur Penerangan Agama Islam Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama RI Ahmad Zayadi menyebut, agama tanpa budaya jadi kaku dan budaya tanpa agama akan sangat kosong.
“Kita ingin mendekatkan bagaimana budaya dan agama ini berjalan berdampingan. Saling mengisi. Budaya bisa digunakan sebagai instrumen dakwah Islam sekaligus sebagai perekat sosial,” katanya.
Hal itu dikatakan Ahmad Zayadi saat membuka acara “Ngaji Budaya dan Tradisi Islam Nusantara” yang digelar Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI di PP Al Mubaarok Manggisan Mojotengah Wonosobo, Jumat (2/5/2025)
Ngaji Budaya bagi santri mengambil tema “Jejak Kedamaian dalam Warisan Budaya Islam Nusantara, ” itu menghadirkan pembicara Susi Ivvaty (founder ALIF.ID dan Lesbumi PBNU), Nurul Mubin (Mudir Ma’had Aly Al Mubaarok) dan Haqqi El-Anshary (budayawan Wonosobo).
Zayadi menegaskan, umat Islam di nusantara telah menempatkan budaya sebagai wahana atas aspek keberagaman. Bagaimana mungkin Islam bisa mengaktualisasikan keyakinan beragama tanpa wadah kebudayaan. Dia berharap ikhtiar kecil Ngaji Budaya bisa mendatangkan hal yang maksimal.
“Peringatan nuzulul Quran dan halal bihalal, misalnya, bukan sekadar persoalan keagamaan. Tapi merupakan tradisi khas budaya Islam di nusantara. Ngaji Budaya digelar di pesantren karena kita ingin mempertegas fungsi santri sebagai pilar penguatan budaya Islam di Indonesia,” ujarnya.
Harmonisasi Sosial
Menurut Zayadi, kebudayaan bisa menjadi instrumen di mana agama akan semakin implementantatif dan lentur bagi umatnya. Karena pada praktiknya menggunakan strategi kebudayaan bisa mendekatkan budaya dan agama. Bagi yang tidak paham sejarah panjang bangsa ini, bisa mengatakan budaya itu bid’ah.
“Sekali lagi, kami ingin menegaskan bahwa budaya bisa dijadikan sebagai instrumen dakwah. Pesantren sampai kapanpun akan jadi pusat revitalisasi warisan budaya Islam nusantara. Ngaji Budaya bisa jadi tadzkiroh atau pengeling-eling bahwa kita harus menjadi bagian integral dari proses penguatan budaya dan agama,” papar Zayadi.
Sementara itu, pengasuh PP Al Mubaarok Manggisan Wonosobo KH Nur Hidayatullah menyampaikan acara Ngaji Budaya bisa menjadi pelajaran berharga dan menambah wawasan soal budaya Islam nusantara bagi para mahasantri.













