blank
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi duduk berdampingan dengan Gubernur Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Pramono Anung dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR di Jakarta, pada Rabu, 30 April 2025. Foto: Humas

JAKARTA (SUARABARU.ID)– Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyatakan, pengelolaan kepegawaian di lingkungan kerjanya dinilai sudah baik. Sebab, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meningkatkan kualitas kepegawaian melalui sistem merit.

“Pengelolaan kepegawaian di Jawa Tengah baik. Sistem merit dari 2023-2025 nilainya sangat baik,” kata Luthfi dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi II DPR di Jakarta, pada Rabu, 30 April 2025.

Luthfi menerangkan, sistem merit yang diterapkan memiliki delapan aspek, meliputi perencanaan kebutuhan, pengadaan, pengembangan karir, promosi dan mutasi, manajemen kinerja, penggajian penghargaan dan disiplin, perlindungan dan pelayanan, serta sistem Informasi.

Dari delapan aspek tersebut, Jateng pada 2023 mendapatkan nilai 340,5 dengan predikat sangat baik. Dari hasil penilaian ini, Jateng diberikan Izin untuk mengisi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama melalui talent pool.

“Sehingga dalam mengangkat pegawai tidak perlu seleksi secara terbuka. Cukup dengan sistem merit, karena delapan indikator sudah terpenuhi di Jateng,” ucap Luthfi.

Untuk diketahui, jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov jateng  secara keseluruhan mencapai 47.432 orang, terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) 31.298 orang, dan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) sebanyak 16.134 orang.

Di samping ASN, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terdapat pegawai Non-ASN yang ruang lingkup kerjanya seperti, tenaga kebersihan, tenaga keamanan, tenaga kependidikan, tenaga kesehatan, dan pengemudi, yang selama ini telah bekerja.