KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Bupati Kebumen Lilis Nuryani menekankan kepada para dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk menjaga etika kedokteran.
Hal ini buntut banyak viral pemberitaan negatif yang sudah mencoreng nama baik profesi dokter seperti kasus di Bandung, Surabaya dan di tempat lain.
“Kepada seluruh dokter di Kebumen saya mengharapkan betul dalam bekerja profesionalitas dan etika kedokteran. Jangan sampai seperti kasus dokter di daerah lain yang telah mencoreng nama baik dunia kesehatan,”ujar Lilis saat menghadiri silaturahmi dan rapat pleno IDI Kebumen di Hotel Candisari, Karanganyar, Sabtu (26/4).
Bupati menuturkan, peran dokter bukan hanya soal menyembuhkan penyakit. Tapi juga mendidik masyarakat, menjaga etika profesi, dan menjadi rujukan dalam setiap keputusan yang menyangkut nyawa dan kualitas hidup manusia.
“Itulah mengapa, keberadaan IDI sangat strategis. Sebagai wadah, sekaligus pendorong lahirnya sistem kesehatan yang lebih adil dan manusiawi,”tandasnya.
Pihaknya berkomitmen memperkuat layanan kesehatan primer. Mendorong inovasi. Meningkatkan kapasitas fasilitas dan tenaga kesehatan. Serta memastikan bahwa kesehatan adalah hak dasar setiap warga Kebumen.
“Saya percaya, para dokter di Kebumen bukan hanya tenaga medis. Bapak Ibu juga pemimpin di bidangnya. Penggerak perubahan dan yang lebih penting lagi, panutan dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan,”jelasnya.
Bupati pun mengajak para dokter menguatkan kolaborasi. Dirinya percayam, jika pemerintah dan profesi seperti IDI berjalan seiring, akan lebih banyak masyarakat yang bisa dijangkau untuk kesehatan dan kesejahterakan.
Ketua IDI Kebumen dr Agus Tusino menyampaikan siap berkolaborasi dalam menyukseskan program pemerintah daerah dalam hal kesehatan. Misalnya program cek kesehatan gratis, penanganan stunting, program KB, MBG dan lain sebagainya.
“Pada prinsipnya kami siap mendukung program pemerintah dibidang kesehatan, kita semua ingin masyarakat sehat, yang sakit bisa diobati, yang sehat bisa menjaga kesehatannya, menjaga pola hidupnya,”ujar Agus.
Agus juga menyampaikan terima kasih atas masukan dari Bupati tentang pentingnya menjaga etika kedokteran. Sebagai orang yang mempunyai wewenang untuk memeriksa pasien, jangan sampai memanfaatkan itu untuk tindakan yang di luar hukum atau aturan.
“Kami pun sangat menyayangkan, kita berharap bersama semua dokter di Kebumen bisa menjalankan tugasnya dengan baik, dengan menjaga dan menjujung tinggi etika profesi,”tandas Ketua IDI tersebut.
Komper Wardopo













