SEMARANG (SUARABARU.ID) – Sekretaris Menteri Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga-BKKBN Prof Budi Setiyono, Ph.D mengatakan, kita harus peduli pada rancang bangun kependudukan dengan menyiapkan proyeksi dan integritas berdasarkan pada manusia.
Hal itu disampaikan Prof Budi Setiyono di depan para kepala OPD kependudukan, penyuluh, dan jajaran Perwakilan BKKBN Jateng di kantor BKKBN Jateng Jalan Pemuda Semarang, Jumat 25 April 2025.
Budi Setiyono menyebut, tiap daerah harus membuat proyeksi pertambahan penduduk, baik yang melalui kelahiran atau migrasi/urbanisasi.

“Bila kita memiliki proyeksi penambahan penduduk 20.000 per tahun, kita harus menyiapkan sekolah TK, SD, SMP, SMA, peguruan tinggi untuk kebutuhan sebesar itu. Selain pendidikan, selanjutnya juga harus diproyeksikan kebutuhan pangan, perumahan, kesehatan, kemudian lapangan pekerjaan, bahkan sampai tempat pemakaman,” kata Prof Budi.
Hal semacam ini harus dilakukan, katanya, mengingat kondisi lingkungan yang makin memburuk. Misalnya Sungai yang penduh sampah, hutan yang hilang, mengakibatkan banjir, sawah yang makin berkurang untuk industri sehingga terjadi banjir, longsor. Demikian pula dengan kemacetan lalu-lintas yang makin parah.
“Bila tidak ada antisipasi atas pertambahan penduduk ini, maka dampaknya akan makin besar. Pengangguran yang besar akan menimbulkan masalah sosial seperti kejahatan yang meningkat, dan sebagainya,” ujar mantan Wakil Rektor Universitas Diponegoro ini.
Quick Wins
Kemendukbangga BKKBN menyiapkan lima Quick Wins untuk mengantisipasi perkembangan pertambahan penduduk ini. Kelimanya adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya, dan Super Apps ‘Keluarga Indonesia’.













