blank
Foto bersama Sesmen Prof Budi Setiyono, Rektor USM Dr Supari, Kepala Perwakilan BKKBN Jateng Eka Sulistya Ediningsih dan para kepala PD Dalduk. Foto: wied

Program genting mengajak pihak-pihak untuk menjadi orang tua asuh keluarga yang memiliki risiko stunting. Orang tua asuh ini akan membantu mengentaskan keluarga agar anak-anaknya tidak mengalami stunting.

Kemudian Tamasya, dengan menyiapkan day care atau penitipan anak. Penitipan anak ini menjadi penting, karena sekarang kebanyakan kedua orang tua bekerja. Keberadaan day care ini juga harus memenuhi persyaratan, pengasuh pengajarnya memiliki kompetensi, penyediaan makan yang sehat untuk anak-anak yang diasuh, penyediaan tempat tidur, dan sebagainya.

Sedangkan Gerakan Ayah Teladan, kata Prof Budi, untuk menghindari anak-anak mengalami father less. “Merasa tidak punya sosok ayah, sehingga anak-anak menjadi lemah, menjadi generasi stroberi. Maka di sini perlu kehadiran sosok ayah untuk menguatkan,” ujarnya.

Gerakan Lansia Berdaya, adalah menyiapkan para lansia agar tidak menjadi beban. Kemudian Super Apps ‘Keluarga Indonesia’. Aplikasi ini menyediakan layanan secara online, bahkan konsultasi 24 jam mengenai berbagai permasalahan kependudukan dan keluarga berencana.

Prof Budi juga menyingung tentang bonus demografi yang sedang berjalan. “Bonus demografi yang kita dapatkan, ketika penduduk produktif lebih banyak dan kita tidak siap dengan ketersediaan lapangan kerja, yang terjadi adalah bencana demografi,” kata dia.

Cita-cita Indonesia Emas, negara kita sejajar dengan negara-negara maju, harus disiapkan dengan peta jalan pembangunan kependudukan. “Jangan sampai jumlah penduduk melebihi kapasitas kekuatan kita,” ujar Prof Budi.

Hadir dalam acara ini, selain jajaran Perwakilan BKKBN Jateng, para kepala OPD kependudukan-KB, dan penyuluh juga Rektor Universitas Semarang Dr Supari.

Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Perwakilan BKKBN Provinsi Jateng dengan OPD Dalduk Kabupaten/Kota se-Jateng tentang pelaksanaan pembangunan keluarga, kependudukan, dan implementasi quick wins Kemendukbangga 2025.