blank
Proyek perbaikan gorong-gorong Kudus tahun lalu. foto: dok

KUDUS (SUARABARU.ID) – Serapan anggaran belanja daerah pada APBD Kabupaten Kudus tahun anggaran 2025 masih sangat lamban. Hingga akhir triwulan I pada akhir Maret lalu, serapan anggaran belanja untuk kegiatan fisik masih mencapaiu 21,69 persen dari target sebesar 25,26 persen.

Kepala Badan Badan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Kudus Djati Solechah mengatakan total pagu anggaran APBD Kabupaten Kudus tahun 2025 untuk semua OPD mencapai Rp 2,4 triliun.

Djati mengakui, berdasarkan laporan triwulan pertama, serapan anggaran untuk kegiatan fisik masih berada di angka 21,69 persen.

“Memang masih di bawah target sebesar 25,26 persen,”kata Djati, Selasa (22/4).

Ditambahkan, dari laporan penyerapan yang ada, total SPJ yang masuk mencapai Rp 451 miliar. Dari SPJ yang sudah diajukan tersebut, yang sudah terbit Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang sudah dilakukan sebesar Rp 448 miliar.

Lebih lanjut, Djati mengatakan serapan anggaran yang minim atau realisasinya di bawah target disebabkan beberapa faktor.

Program efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat maupun daerah membuat proses pelaksanaan program kegiatan pembangunan yang sudah direncanakan dalam APBD Kudus 2025 sedikit tertunda.

“Terbitnya Inpres Nomor 1 Tahun 2025 memang membuat beberapa kegiatan yang direncanakan harus ditunda dulu. Selain itu, juga ada efisiensi daerah untuk sinkronisasi visi dan misi kepala daerah,”ujarnya.

Adanya transisi kepemimpinan juga berpengaruh pada serapan anggaran. OPD juga akan menunggu Bupati dan Wakil Bupati terpilih dilantik lebih dulu sebelum melaksanakan kegiatan pembangunan.

“Jadi banyak yang menunggu pelantikan karena OPD memang harus meminta arahan dari Pimpinan Daerah,”tukasnya.

Meski demikian, Djati optimistis penyerapan anggaran akan segera berjalan lancar. Diharapkan, serapan anggaran pada APBD bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kudus seiring dilaksanakannya kegiatan pembangunan daerah.

Berdasarkan laman LPSE Kabupaten Kudus, memang belum banyak program kegiatan pembangunan yang sudah dilelang. Beberapa paket kegiatan OPD masih sebatas lelang jasa konsultan perencanaan. Sementara, kegiatan fisiknya masih menunggu hasil perencanaan tersebut selesai.

Ali Bustomi