KOTA MUNGKID (SUARABARU.ID) –Hujan deras yang disertai angin kencang terjadi di lereng Gunung Sumbing, Sabtu (12-4-2025) siang. Mengakibatkan 10 rumah warga Dusun Sunggingan, Desa/ Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang mengalami kerusakan.
Sebanyak 10 rumah yang rusak milik Eka Purwanti, Sopyan, Darmi, Puji restiyanto, Lastaryono, Supriyati, Heri Purwanto, Rofiyatul, Budi Susanto dan Welas. Beralamat di RT 31, RW 12, Dusun Sunggingan Kidul, Desa Kajoran.
Salah satu pemilik rumah, Eka Purwanti, menuturkan, pada saat kejadian, langit tiba-tiba gelap, kemudian angin sangat kencang. Mengakibatkan atap rumah beterbangan.
“Rumah saya bagian atap sengnya yang terbawa angin. Kejadian angin kencang itu berlangsung sekitar 10 menit,” katanya.
Korban lain, Sopyan (34), mengungkapkan, atap rumahnya juga mengalami kerusakan. Hampir separo atap rumah berupa seng terbang. “Kejadiannya angin cukup kencang, atap rumah langsung terangkat,” tuturnya.
Beberapa saat kemudian Wakil Bupati Magelang, Sahid, melakukan pengecekan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat angin kencang tersebut.
“Kebetulan saya sedang di Krandegan, Kajoran, menghadiri sebuah acara. Mendapat informasi ada bencana, sehingga langsung melakukan pengecekan di lokasi kejadian yang tidak jauh dari tempat kegiatan,” katanya.
Sahid menuturkan, bencana angin kencang tersebut terjadi setelah kawasan Gunung Sumbing diguyur hujan dengan intensitas lebat. “Ada 10 rumah mengalami kerusakan yang tergolong ringan, karena sebagian atap saja yang terkena angin,” jelas Sahid.
Dia mengapresiasi semangat warga masyarakat dan relawan yang langsung tanggap. Mereka bergotong royong membantu memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan.
“Terima kasih kepada warga masyarakat dan relawan yang langsung tanggap, tadi terlihat langsung kerja bakti memperbaiki atap rumah warga yang rusak,” ucapnya.
Eko Priyono













