blank
Kepala Dipertan Wonogiri Baroto Eko Pujanto bersama Dandim 0728 Letkol (Inf) Edi Ristriyono (deret depan kesatu dan kedua dari kiri) turun langsung ke persawahan petani yang tengah panen raya, untuk memberikan pemahaman bahwa HPP gabah telah dinaikkan menjadi Rp 6.500,-/Kg.(Dok.Pendim 0728 Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Para petani diimbau untuk tidak menjual hasil panenannya ke tengkulak, bila harganya di bawah ketentuan pemerintah. Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP) telah ditingkatkan menjadi Rp 6.500,- per Kg-nya.

Penerangan Kodim (Pendim) 0728 Wonogiri, Pelda Indra, mengabarkan, imbauan agar petani tidak menjual hasil panen ke tengkulak, manakala harganya di bawah ketentuan pemerintah tersebut, disampaikan Dandim 0728  Letkol (Inf) Edi Ristriyono bersama Kepala Dinas Pertanian Wonogiri Baroto Eko Pujanto.

Bersama petugas dari Bulog, Purminanto, Dandim dan Kepala Dipertan Wonogiri, proaktif mendatangi persawahan petani yang tengah melakukan panen raya padi di wilayah Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Harapannya, petani dapat memperoleh informasi bahwa HPP untuk GKP telah dinaikan dari Rp 5.500,- menjadi Rp 6.500,- per Kg. Ini berlaku sejak Tanggal 15 Januari 2025.

Untuk diketahui, HPP Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp 6.500 per Kilogram (Kg) itu, tertuang dalam Keputusan Kepala Bapanas Nomor: 14 Tahun 2025. Kebijakan ini, juga menghilangkan rafaksi harga gabah, yang selama ini menjadi kendala para petani saat menjual gabahnya.

Penetapan HPP GKP yang lebih tinggi tersebut, diharapkan dapat memberikan perlindungan bagi petani sebagai produsen padi. Sehingga mereka tetap semangat membudidayakan padi untuk mendukung swasembada pangan nasional di Tanah Air.

Panen Raya

Dengan harga Rp 6.500/kg, semoga dapat mencukupi kebutuhan beaya usaha tani dalam membudidayakan padi. Sehingga para petani memiliki semangat untuk melakukan keberlangsungan budaidaya padi di lahan persawahannya. Sekitar 20 persen dari hasil panenannya, petani dapat menjualnya ke Bulog dalam upaya mendukung terwujudnya usaha menuju swasembada pangan.

Kepala Dipertan Wonogiri, Baroto Eko Pujanto, menyatakan, di Bulan Maret 2025 ini, di Kecamatan Selogiri, ada sekitar 1.026 Ha sawah petani yang melakukan panen raya. Bila 20 persen hasil panenan dijual ke Bulog, maka upaya untuk memenuhi stok di Gudang Bulog akan terpenuhi.

Ketua Gapoktan Desa Jendi Kecamatan Selogiri, Gandung Prayitno, menyatakan, baru kali ini ada prajurit TNI bersama Dinas Pertanian dan Bulog, turun langsung ke areal persawahan petani, untuk maksud membeli gabah petani sesuai HPP. ”Ini sangat luar biasa, menjadi wujud nyata adanya keberpihakan pemerintah dalam membantu petani,” tutur Gandung Prayitno.

Kepada Dandim, Kepala Dipertan dan petugas Bulog, Gandung Prayitno, mengimbau dapat memberikan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) jenis Combi untuk proses percepatan pemanenan padi. Yakni Alsintan yang selama ini dioperasikan para tengkulak, yang turun ke sawah untuk melakukan pembelian panenan petani.

Purminanto selaku petugas Bulog menyampaikan, dengan program pemerintah ini, penyerapan gabah dengan harga GKP Rp 6.500,-/Kg, diharapkan bisa mensejahterakan para petani. Seandainya ada tengkulak yang berminat membeli, harus berani membeli dengan harga di atas harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah.(Bambang Pur)