blank
Ketua Dewan Guru PB Inkado, GA Pesik (keempat dari kiri), menyerahkan berita acara pelantikan kepada Ketua Pengprov Jateng, Suyantoro. Foto: riyan

SEMARANG (SUARABARU.ID)– Ketua Dewan Guru PB Indonesia Karate-do (Inkado) GA Pesik, mengatakan, Inkado yang menganut aliran karate shotokan, memang harus belajar tentang aliran lain, seperti Goju-ryu, Shito-ryu, Wado-ryu, Kyokushin dan lainnya.

Menurut dia, ini menjadi penting, karena karateka Inkado di arena pertandingan sudah berada di ruang lingkup arena Forki, yang tentu diisi berbagai aliran.

Hal itu seperti yang disampaikannya, saat melantik Pengprov Inkado Jawa Tengah Periode 2022-2027, yang diketuai Suyantoro dan Sekum Adam Prabowo, dan menyaksikan ujian Sabuk Hitam, di Hotel Ha-Ka Semarang, Minggu (9/10/2022).

BACA JUGA: PPP Wonosobo Siap Rebut 6 Kursi di DPRD, Ini yang Dilakukan

Dikatakan dia, jika sudah di dalam perguruan, semuanya wajib menguasai secara detail ilmu perguruan. Semua elemen harus tetap bergerak bersama untuk membangun atlet, pelatih dan wasit yang berkualitas.

”Dengan cara ini, perguruan akan tetap berkembang, dan atlet pun bisa berprestasi, baik Nasional maupun internasional. Dan demi mengurus Inkado, saya harus datangi semua daerah, bahkan sampai ke luar negeri. Ini butuh pengabdian dan pengorbanan,” ungkapnya.

Mantan Sekjen PB Forki yang kini sudah berusia 83 tahun ini, juga berpesan kepada jajaran pengurus Pengprov Inkado Jateng, tentang tugas dan tanggung jawabnya dalam membesarkan perguruan.

BACA JUGA: Wabup Wonosobo, M Albar : Tiga Sektor Utama Angkat Ekonomi Petani

”Perguruan karate ini sudah berusia 50 tahun. Untuk membangunnya membutuhkan kecintaan, kemauan, ketulusan dan keikhlasan, sehingga semua berjalan dengan ringan, walau harus berkorban materi, pikiran, tenaga maupun waktu,” tutur dia, yang hadir di Semarang ini, didampingi Wakil Ketua Dewan Guru Ki Yani Mahdi dan Sekrataris Octar Ramon Pesik.

Disampaikan juga olehnya, Keluarga Sabuk Hitam (KSH) Inkado, kini menjadi pilar utama pengembangan perguruan dan pembinaan prestasi. Para penyandang sabuk hitam karate Inkado inilah, yang memiliki tanggung jawab penguatan dan pembangunan dojo di daerah.

”KSH menjadi pendamping pengurus, baik di PB, Pengprov maupun Pengcab, dalam membangun dan membesarkan perguruan. Karena itu, pengembangan dan pematangan keilmuan anggota KSH harus selalu dilakukan. Misalnya dengan program latihan bersama, dalam setiap periode tertentu,” saran dia.

BACA JUGA: Bank Jateng Cilacap Serahkan Bantuan Pemulihan Ekonomi Rp 536.200.000 Juta

Sementara itu, Suyantoro yang didampingi Sekum Adam Prabowo menyatakan, pengurus yang dia pimpin ini, merupakan hasil Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub), yang digelar pada 23 Januari 2022. Dia dan jajarannya berkomitmen untuk bekerja keras dalam upayanya mengembangkan perguruan.

Disebutkan dia, kepengurusan periode ini menekankan pada tata kelola adiministrasi dan organisasi yang benar. Karena dengan organisasi yang terkelola dengan baik, maka tujuan bisa dicapai. Dengan konsep ini, tugas pokok dan fungsi pengurus sebagai fasilitator dan pelayan.

”Kami harus melakukan secara guyub rukun, sehingga prestasi bisa diraih. Karate adalah olahraga, maka target dan sasaran kita adalah prestasi atlet, prestasi pelatih, prestasi wasit,” jelasnya.

BACA JUGA: ‘Ngumpulke Balung Pisah’ Ini yang Dilakukan Paguyuban Manunggal Wonogiri

Sedangkan untuk KSH Jateng, kepengurusannya diketuai HW Roike Gultom, Wakil Ketua Budi Utomo dan Wayan Sutrisna, serta sekrataris Aries Sugeng Suharno. Dalam keterangannya Roike menyampaikan, perkembangan Inkado sekarang sudah cukup bagus.

”Ketika berdiri pada 2017, KSH hanya memiliki lima pengcab. Namun kini dalam lima tahun berjalan, sudah berkembang menjadi 12 pengcab, dan ada 49 karateka pemegang sabuk hitam,” ungkap dia.

Dalam acara itu dimeriahkan demontrasi nomor Kata Tim Putra dan Putri. Belva Akmal Arya Tectona, Jonathan Octaviano Suwignyo dan Avian memainkan Kata Unsu, sedangkan Mayrella Vania Putri Nirmala dan Winda Hapsari Indriani, memainkan Kata Anan.

Riyan