blank
Para personel SAR Wonogiri bersama relawan dari berbagai komunitas dan anggota Polsek Selogiri, melakukan tindakan water rescue untuk mengevakuasi dua bocah kembar yang tewas tenggelam. Ini dilakukan dengan bantuan lampu sorot, untuk menerangi gelapnya malam.(Dok.SAR Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Tragedi maut, Senin malam (13/6), merenggut dua nyawa bocah kembar. Keduanya meninggal tenggelam dan hanyut di saluran irigasi di Dusun Pulosari, Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.

Semalam, Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto dan Kapolsek Selogiri AKP Agus Syamsudin, melalui Humas Polres Wonogiri, menyatakan, korban terdiri atas remaja pria kembar masing-masing berinisial Ki dan Ko berusia 11 tahun.

Kasi Humas Polres Wonogiri, AKP Anom Prabowo dan Kasubsi Penmas Humas Polres Aiptu Iwan Sumarsono, menyatakan, kedua korban adalah penduduk Desa Nambangan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Kejadiannya dilaporkan ke Polsek Selogiri pada Pukul 17.00.

Informasi dari lokasi kejadian menyebutkan, Senin sore (13/6), bocah kembar Ki dan Ko tersebut bermaksud main sepedaan bersama-sama dengan rekan-rekan sebaya sekampungya. Yakni R (12), A (11), K (11) dan F (11).

Sesampai di lokasi kejadian, yakni di pintu pembagi air irigasi Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Ko berhenti bermaksud hendak mencuci tangannya di aliran irigasi tersebut. Tapi malang, dia terpeleset hanyut dan tenggelam.

Mengetahui sudara kembarnya terjatuh ke saluran irigasi, Ki, bermaksud memberikan pertolongan. Namun, karena keduanya tidak dapat berenang, akhir dua-duanya hanyut tenggelam di saluran berkedalaman sekitar 3 Meter (M) tersebut.

Berteriak-teriak

Rekan-rekan lainnya menjadi panik dan berteriak-teriak minta pertolongan warga. Segera datang Sumarno (60), penduduk Dusun Brangkulon, Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, yang bergegas memberikan pertolongan.

blank
Tim gabungan terdiri atas anggota Polsek Selogiri bersama personel SAR dan relawan dari MDMC, BPBD, PMI dan relawan desa, saat melakukan penanganan pada kasus dua bocah kembar yang tewas tenggelam dan hanyut di saluran irigasi.(Dok.Humas Polres Wonogiri)

Namun Sumarno gagal meraih tangan korban, karena keburu hanyut terseret derasnya air irigasi ke arah hilir. Kejadian ini, segera dilaporkan ke Pamong Desa Jaten, dan diteruskan ke Polsek Selogiri.

Menyikapi laporan tersebut, Kapolsek Selogiri AKP Syamsudin bersama anggota segera meluncur ke lokasi untuk melakukan penanganan. Upaya pencarian korban, dilakukan bersama dengan personel TIM Search And Rescue (SAR) Wonogiri.

Juga melibatkan relawan dari Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC), dari Palang Merah Indonesia (PMI), Tim Reaksi Cepat (TRC) Siaga Bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonogiri, dan relawan Siaga Bencana Desa Pare Kecamatan Selogiri, Wonogiri.

Ketua SAR Kabupaten Wonogiri, Agus Widodo dan Kabid Operasional SAR Tri Cahyana melalui Senior SAR Wonogiri Wisnu, semalam, menyatakan, pencarian korban dilakukan melalui operasi water rescue. Korban yang pertama kali berhasil dievakuasi adalah Ki. Kemudian menyusul korban Ko.

Posisi kedua jenazah korban berada di sekitar 100 Meter arah hilir dari lokasi awal terpelesetnya. Setelah berhasil dievakuasi, kedua jenazah korban diangkut ke RSUD Dokter Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, untuk menjalani pemeriksaan oleh Tim Medis. Hasil pemeriksaan, menyimpulkan kedua bocah kembar itu tewas karena tenggelam.

Usai pemeriksaan oleh Tim Medis Rumah Sakit, kedua jenazah korban kemudian diserahkan ke pihak keluarganya dengan disaksikan Pamong Desa Nambangan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, untuk proses pemakamannya.

Bambang Pur