blank
Patung Bung Karno di Polder Tawang terlihat sudah hampir rampung pengerjaannya, Jumat (5/3/2021). foto:dok/ist

SEMARANG (SUARABARU.ID) – Pembangunan patung Bung Karno setinggi 14 meter di Polder Tawang hampir rampung pengerjaannya. Nantinya, patung karya seniman Nyoman Nuarta senilai Rp 11 miliar tersebut akan menjadi ikon baru pariwisata di kawasan Kota Lama Semarang.

“Pengerjaannya kini sudah 96 persen rampung, harapannya dengan adanya patung Bung Karno ini bisa menjadi ikon baru di Kota Semarang,” kata Wakil Wali Kota Semarang dan Kepala Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L), Hevearita G. Rahayu, Jumat (5/3/2021).

Wakil Wali Kota yang biasa disapa mbak Ita ini mengatakan, tak hanya sekedar menjadi ikon saja, keberadaan patung tersebut juga sebagai pengingat sejarah perjuangan Bung Karno sebagai bapak bangsa dan Proklamator kemerdekaan Indonesia.

Tak hanya patung Bung Karno saja yang menjadi ikon baru. Kawasan Polder Tawang dan sekitarnya yang ditata dan diperindah.

Karetempat ini juga berada di kawasan Kota Lama, maka akan menambah daya tarik destinasi wisata di Kota Semarang.

“Ini tentu jelas akan mendukung sektor wisata, apalagi kalau poldernya juga sudah ditata tentu akan bisa mengentaskan kawasan banjir di Semarang. Untuk peresmiannya nanti masih kita bahas dengan KAI,” katanya.

Dari pantauan lapangan, terlihat patung Bung Karno yang menghadap selatan dan terbuat dari campuran perunggu tersebut sudah rampung terpasang dan cuma tinggal dilakukan finishing saja, sementara untuk poldernya sendiri masih terus dikebut pengerjaannya.

“Kalau untuk patungnya sudah rampung dirakit dan tinggal finishing saja, nanti kalau sudah selesai keseluruhan akan ditutupi kain sembari menunggu penyelesaian paket pekerjaan station gate, masjid, dan polder,” kata Humas PT KAI Daop 4 Semarang, Krisbiyantoro.

Kris menjelaskan, untuk pengerjaan poldernya sendiri dilakukan pelebaran agar bisa menampung kapasitas lebih besar. Polder akan berfungsi sebagai penampungan air di kawasan Kota Lama, Stasiun Tawang, dan Semarang Utara.

“Yang jelas polder ini nanti untuk pengendalian banjir agar tidak lagi ada air genangan di sekitar kawasan sini, kapasitas pompa juga akan ditingkatkan hingga maksimal sehingga air yang menggenang bisa cepat surut. Harapannya pengerjaannya bisa selesai tepat waktu,” katanya.

Herry Priyono-wied