blank
Ketua FPD DPRD Jateng Minta Warga Jadi Pahlawan Keluarga Lawan Penyebaran Virus Corona

WONOSOBO(SUARABARU.ID)-Pandemi Covid-19 yang sudah 9 bulan melanda tanah air, menuntut setiap warga, untuk menjadi pahlawan dalam mencegah penyebaran virus Covid- 19.

Hal itu disampaikan, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kholik Idris, dalam memperingati Hari Pahlawan 10 November 2020, Senin (11/11).

Menurutnya, pahlawan masa kini, mereka yang mau berjuang untuk kepentingan masyarakat luas. Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, warga yang berjuang melawan penularan virus Corona juga bisa disebut pahlawan.

“Jika tidak mampu menjadi pahlawan bangsa, setidaknya mampu menjadi pahlawan bagi warga sekitar dan keluarganya dalam mencegah penularan virus Covid-19,” ujar Ketua DPD IMDI PJateng itu

Pihaknya berharap, perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan pada 1945 bisa dimaknai secara utuh oleh masyarakat, khususnya kaum milenial.

Menurut politisi asal Wonosobo itu, idealnya negara juga memberikan penghargaan tertinggi bagi setiap individu yang mampu menjadi solusi, inspirasi dan tidak mengenal lelah dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat luas.

Dikatakan, Individu yang bisa menjadi solusi dan inspirasi bagi masyarakat, merupakan sosok panutan yang dapat membawa perubahan serta memberikan kontribusi positif dalam berbagai sisi.

Beri Penghargaan

blank
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jateng, Kholik Idris. Foto : SB/dok

“Berikanlah penghargaan bagi individu yang bisa menjadi solusi baik dari segi ekonomi, sosial budaya, seni, politik bahkan pariwisata dengan lingkup lokal hingga internasional. Karena mereka bisa jadi inspirasi,” papar anggota Komisi A DPRD Provinsi Jateng itu.

Pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi Jateng itu, mengingatkan pada generasi muda agar tidak melupakan sejarah. Banyak sekali pahlawan yang ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Mereka layak diteladani dan jadi contoh dalam kehidupan saat ini.

“Hari Pahlawan 10 November merupakan salah satu peristiwa penting negara Republik Indonesia. Sebab, pada 10 November 1945 terjadi pertempuran besar pascakemerdekaan, yang dikenal juga sebagai pertempuran Surabaya,” tegasnya.

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, pemerintah mengeluarkan maklumat yang menetapkan mulai 1 September 1945 bendera nasional Sang Saka Merah Putih dikibarkan di seluruh wilayah Indonesia.

“Generasi milenial jangan lupa dengan sejarah. Dengan mengenal sejarah, tentunya generasi muda akan lebih menghargai dan mencintai negara ini,” tutur mantan anggota DPRD Wonosobo itu.

Muharno Zarka-Wahyu