blank
Sebanyak 280 tumpeng disajikan untuk memperingati Hari Jadi Ke-280 Sragen bertepatan Hari Raya Idul Adha di Gedung SMS Jl.Dr.Sutomo, Sragen, Rabu (27/5/2026).Foto: Anind

SRAGEN (SUARABARU.ID)– Ribuan orang memadati Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) untuk mengikuti  syukuran menandai puncak  Hari Jadi Ke-280  Kabupaten Sragen, usai Shalat  Idul Adha 1447 H,  Rabu (27/5) pagi.

Shalat Idul Adha digelar di pelataran Kantor Pemda Terpadu, berjarak sekitar 100 meter dari Gedung SMS.

Usai shalat, momentum religi itu langsung dilanjutkan dengan syukuran  pemotongan 280 tumpeng nasi kuning. Kegiatan yang digelar di Gedung Sasana Manggala Sukowati, berlangsung meriah.

Acara pemotongan tumpeng digelar secara simbolis setelah khotbah Idul Adha selesai. Bupati Sigit Pamungkas mengawali pemotongan tumpeng dan diberikan kepada sesepuh Sragen, sebagai simbol penghormatan.

Ada 280 tumpeng disajikan  merepresentasikan usia kabupaten yang sejak dulu dikenal dengan banyak temuan fosil manusia purba itu.

Khatib Shalat Idul Adha Dr. Muhammad Nursalim, dalam khotbahnya mengajak jamaah untuk merenungkan makna mendalam di balik slogan Sragen The Land of Java Man.

Dia mengingatkan situs purba Sangiran menjadi bukti bahwa Sragen adalah halaman depan peradaban manusia di Jawa.

“Namun, kemuliaan manusia bukan diukur dari seberapa tua peradabannya, bukan pula dari kecanggihan teknologi atau kekuatan ekonomi. Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa,” tegas Nursalim.

Dia menekankan agar kebanggaan terhadap warisan purba tidak berhenti pada narasi sejarah semata, melainkan menjadi spirit untuk melahirkan manusia-manusia beriman, berakhlak luhur, dan bermanfaat bagi sesama.

Sedangkan Bupati Sragen Sigit Pamungkas yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan tema peringatan HUT ke-280 tahun ini yakni “Warisan Purba Inspirasi Kemajuan”.

Menurut Sigit, momentum HUT kali ini harus dijadikan wahana untuk terus menghargai perjuangan pendahulu sekaligus menjadi inspirasi kemajuan di masa kini. Sigit berterima kasih kepada bupati pendahulu, maupun tokoh masyarakat dan rakyat yang sudah memajukan Sragen.

“Mari kita terus menjaga semangat itu dengan tidak lelah beradaptasi dengan perubahan zaman,” pesannya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal perjalanan Kabupaten Sragen menuju masa depan yang lebih maju.

Acara pemotongan tumpeng kemudian dilakukan secara bersama-sama oleh bupati beserta para undangan sebagai simbol syukur dan harapan agar Sragen semakin sejahtera dan berdaya saing tinggi. Selanjutnya  sebagai bentuk syukur, tumpeng dibagikan  ke warga yang hadir.

Hadir sejumlah pejabat, tokoh masyarakat serta  kalangan pelajar atau generasi penerus.

Anind