WONOSOBO (SUARABARU.ID)– Pisowanan Agung menjadi puncak peringatan Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo yang digelar di Alun-alun Wonosobo, Jumat (24/7/2026).
Sejumlah pejabat Forkompimda dan OPD di lingkungan Pemkab setempat mengikuti acara tersebut. Warga Wonosobo juga tampak ikut menonton acara yang dikemas dengan nuansa budaya daerah tersebut.
Upacara adat yang dipimpin langsung Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat selaku inspektur upacara itu berlangsung khidmat dengan balutan tradisi Jawa, sekaligus menyuguhkan berbagai prosesi budaya yang memikat perhatian ribuan warga.
Sejak pagi, Alun-alun Wonosobo dipadati masyarakat yang ingin menyaksikan rangkaian upacara. Mereka ingin menyaksikan acara budaya Pisowanan Agung, penyerahan Panji-Panji Daerah dan perebutan gunungan hasil pertanian Wonosobo.
Para pejabat pemerintah, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, pelajar, hingga perwakilan berbagai elemen masyarakat hadir mengenakan busana adat Jawa.
Seluruh prosesi berlangsung menggunakan bahasa Jawa, mempertegas nuansa budaya yang menjadi ciri khas peringatan hari jadi kabupaten.
Salah satu prosesi yang paling menyita perhatian adalah kirab foto para mantan Bupati Wonosobo.
Gunungan Hasil Bumi

Foto-foto para pemimpin terdahulu diarak dari Pendopo Kabupaten menuju Alun-alun sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa dan pengabdian mereka dalam perjalanan pembangunan Wonosobo.
Dalam upacara tersebut juga dibacakan sejarah berdirinya Kabupaten Wonosobo. Pembacaan sejarah menjadi pengingat perjalanan panjang daerah sejak berdiri hingga memasuki usia ke-201, sekaligus mengajak masyarakat untuk terus menjaga nilai-nilai budaya dan semangat persatuan.
Rangkaian peringatan semakin semarak dengan penampilan tari kolosal yang dibawakan para pelajar. Atraksi dari prajurit TNI turut memukau ribuan penonton dan menjadi salah satu penampilan yang mendapat sambutan meriah dari masyarakat.
Usai upacara, sebanyak 15 gunungan hasil bumi yang mewakili seluruh kecamatan di Kabupaten Wonosobo diarak dan kemudian diperebutkan warga.
Tradisi ini menjadi simbol rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah sekaligus harapan akan keberkahan bagi masyarakat. Pisowanan Agung merupakan agenda utama dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Wonosobo.
Selain menjadi wujud pelestarian budaya, tradisi ini juga menjadi ruang untuk merefleksikan perjalanan sejarah daerah sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat dalam merawat identitas budaya Wonosobo.
Muharno Zarka













