blank
Bukayo Saka mencetak hattrick, untuk membawa timnya tampil sebagai juara ketiga Piala Dunia FIFA 2026. Saka juga terpilih sebagai pemain terbaik di laga melawan Prancis. Foto: dok/fifa

MIAMI (SUARABARU.ID)– Penyerang sayap asal klub Arsenal, Bukayo Saka, tampil memukau dalam laga perebutan tempat ketiga, Piala Dunia FIFA 2026, yang digelar di Miami Stadium, Amerika Serikat, Minggu (19/7/2026) pagi WIB.

Tiga gol yang dilesakkan ke gawang Prancis, membawa Timnas Inggris ini menang dengan skor 6-4. Tiga gol lain dari tim Tiga Singa ini disumbangkan Declan Rice menit ketiga, Ezri Konsa (18) dan Jude Bellingham (90+8).

Sedangkan empat gol balasan tim asuhan Didier Deschamps itu dihasilkan Kylian Mbappe (48 & 66), Bradley Barcola (54), dan Ousmane Dembele (90+6). Dua gol Mbappe itu, menambah pundi-pundi golnya menjadi 10. Jumlah itu masih mungkin disamai atau disalip Lionel Messi yang mengoleksi delapan gol, yang dini hari nanti akan jumpa Spanyol di laga final.

BACA JUGA: Sukses Gelar Multaqo dan Reorganisasi, Hj. Umi Farida Kembali Terpilih Pimpin LMY Kec. Tahunan

Di laga itu, Inggris tampil sangat dominan dan menggempur Prancis sejak menit pertama. Declan Rice membuka keunggulan lewat sepakan indah dari luar kotak penalti. Ezri Konsa memperbesar keunggulan menjadi 2-0, dan Saka mencetak dua gol cepat untuk membawa tim asuhan Thomas Tuchel ini unggul 4-0 saat turun minum.

Di babak kedua, Prancis bangkit menyerang dengan mengganti sejumlah pemain. Umpan dari Michael Olise membuka jalan bagi Kylian Mbappe, untuk memperkecil ketertinggalan. Olise kembali memberikan umpan matang kepada Bradley Barcola, untuk mengubah papan skor.

Mbappe kembali mencetak gol, dan membuat selisih skor Les Bleus tersisa satu gol, sebelum peluang emas Olise yang menyambut kerja sama tim yang memukau, nyaris menyamakan kedudukan.

BACA JUGA: Jalan Sehat Hari Koperasi: Bangun Kemandirian Ekonomi Purworejo

Pada sisa waktu yang ada, The Three Lions terus berada di bawah tekanan. Tetapi Saka memberikan sedikit ruang bernapas melalui titik putih, setelah Malo Gusto menjatuhkan Djed Spence. Dan laga ini diakhiri gol dari Ousmane Dembele, disusul gol Bellingham, sebelum akhirnya wasit meniup peluit panjang.

Hasil ini menjadi pencapaian terbaik Inggris di putaran final Piala Dunia, sejak mereka menjadi juara di kandang sendiri pada tahun 1966. Laga ini juga disebut-sebut sebagai salah satu pertandingan paling luar biasa yang pernah tercipta dalam sejarah Piala Dunia.

Riyan