blank
Kepala SDN 1 Sukodono Eli Nuryanti, S.Pd., M.Pd, Ketua Komite Rojikan, dan Rumini saat demo mengukir bersama siswa. Foto: Hadepe

JEPARA (SUARABARU.ID) – Sebagai budaya, pelestarian seni ukir sebaiknya dilakukan sejak usia dini secara terus menerus dan berkesinambungan. Tujuannya untuk mengenalkan, menumbuhkan  minat dan bahkan rasa cinta serta  kebanggaan anak-anak atas warisan budaya leluhurnya. Karena itu peran sekolah sangat besar, utamanya pada jenjang TK dan pendidikan dasar.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Yayasan Pelestari Ukir Jepara, Hadi Priyanto saat menjadi pemateri dalam acara Perkemahan Jumat – Sabtu di SD Negeri 1 Sukodono, Kecamatan Tahunan Jepara, Sabtu 18 Juli 2026.

blank
Ketua Umum Yayasan Pelestari Ukir Jepara Hadi Priyanto saat menyaampaikan materi pelestarian budaya ukir. Foto: Dok SDN 1 Sukodono

Hadi didampingi  Rumini, Ketua Paguyuban Seni Ukir Perempuan R.A. Kartini Jepara, peraih penghargaan pelestari ukir dari Bupati Jepara tahun 2025. Rumini  juga juara ukir perempuan tahun 2024 dan penerima anugerah Kartini Award yang merupakan alumni SD Negeri 1 Sukodono tahun 1991.

Karena itu menurut Hadi  diperlukan komitmen tinggi dari lembaga pendidikan. “Pelestarian seni ukir perlu mulai ditanamkan sejak dini untuk memberikan pengalaman budaya mulai dari mengenal, mempelajari, serta berlatih terus menerus. Juga melalui pengenalan pengetahuan budaya seni ukir,” ujar Hadi Priyanto.

blank
Eli Nuryanti dan Hadi Priyanto saat seraahkan hadiah buku bagi peserta yang aktif. Foto: Dok SDN 1 Sukodono

Oleh sebab itu Hadi mengajak siswa untuk memanfaatkan kegiatan ekstra kurikuler seni ukir, pelatihan-pelatihan dan juga membaca buku-buku tentang seni ukir.

Sementara Kepala SD Negeri 1 Sukodono Ely Nuryanti, sekolah yang dipimpinnya memang memberikan perhatian terhadap seni ukir yang memang mulai ditinggalkan oleh  anak-anak muda. “Kami mencoba mengenalkan seni ukir  dan berusaha menumbuhkan minat siswa terhadap seni ukir. Karena itu ada ekstra kurikuler dan aktif dalam pelatihan – pelatihan ukir diluar sekolah,” ujarnya.

blank
Foto bersama kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu di SDN 1 Sukodono Jepara. Foto: Dok SDN 1 Sukodono

“Untuk itu kami mencoba dan berusaha untuk mengenalkan hingga tumbuh benih rasa memiliki agar anak-anak mulai  mencintai dan mau  melestarikan seni jukr,” terang Eli Nuryanti

Hadir juga Ketua Komite SD Negeri 1 Sukodono Rojikan, Kepala SDN 1 Sukodono Eli Nuryanti beserta   staf pengajar sekolah tersebut. Dalam acara ini juga ada demo mengukir oleh Eli Nuryanti, Rojikan dan Rumini bersama siswa.

Septiana Wibowo