WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), dilaksanakan upaya bersama dalam memperkuat sinergitas lintas sektor. Yakni dengan menggelar apel kesiapsiagaan bersama dan latihan penanggulangan Karhutla.
Apel kesiapsiagaan dan latihan bersama, digelar di Alun-alun Giri Krida Bakti. Ini dilakukan dalam upaya menghadapi potensi meningkatnya Karhutla, seiring dengan musim kemarau yang memasuki puncaknya sekarang ini.
Apel kesiapsiagaan dan latihan, digelar Selasa (14/7/26) dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri, Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Juga melibatkan para prajurit TNI, Polri, relawan Search And Rescue (SAR), relawan siaga bencana dari berbagai komunitas dan sejumlah instansi terkait.
Wakil Bupati Imron Rizkyarno dan Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo serta Dandim 0728 Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan, secara bersama melakukan pemeriksaan barisan peserta apel. Ikut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Bersama Kepala BPBD Kabupaten Wonogiri Fuad Wahyu Pratama, Forkompimda berkenan melakukan pengecekan pasukan dan fasilitas kelengkapannya. Termasuk mengecek kesiapan pasukan fire fighter bersama kelengkapan mobil-mobil brandweer-nya.
Gelar apel kesiapsiagaan ini, menjadi bentuk komitmen dalam upaya memperkuat kolaborasi. Utamanya untuk mengantisipasi ancaman potensi bencana kebakaran di musim musim kemarau yang sekarang tengah berlangsung.
Mewakili Bupati, Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno tampil untuk memimpin apel dnegan membacakan sambutan tertulis Bupati. Ditegaskan, apel kesiapsiagaan bukan sekadar kegiatan seremonial. Tapi ini menjadi langkah nyata, untuk memastikan seluruh unsur memiliki kesiapan personel, peralatan dan pola koordinasi yang solid, sebelum terjadi keadaan darurat.
Karakter
Menurutnya, Wonogiri memiliki karakter wilayah yang didominasi kawasan hutan, perbukitan dan lahan pertanian, Kondisi alam ini, memiliki tingkat kerawanan kebakaran yang cukup tinggi, terutama saat musim kemarau. Situasi tersebut, diperparah oleh masih adanya aktivitas masyarakat yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah maupun sisa dedaunan.
Karena itu, pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih mengutamakan upaya pencegahan melalui peningkatan kesadaran, pengawasan wilayah secara bersama-sama, serta memperkuat budaya mitigasi bencana hingga tingkat desa.
Bersamaan gelar pasukan, juga dilakukan pelaksanaan latihan lapangan penanggulangan bencana karhutla Dharma Wana 26. Latihan ini, dirancang untuk meningkatkan kemampuan personel lintas instansi, dalam menghadapi berbagai skenario kebakaran hutan dan lahan, Tujuannya, agar penanganan di lapangan dapat berlangsung cepat, terukur dan terkoordinasi.
Usai apel, jajaran Forkopimda melakukan pengecekan kendaraan operasional, alat pemadam kebakaran, perlengkapan evakuasi, hingga sarana pendukung lainnya. Ini dilakukan, demi memastikan seluruh peralatan siap digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi bencana.
Kasi Humas Polres Wonogiri AKP Anom Prabowo, menyatakan, Kapolres AKBP Wahyu Sulistyo bersama jajaran kepolisian Wonogiri siap bersinergi dengan seluruh stakeholder dalam upaya pencegahan maupun penanganan Karhutla. Menurut Kapolres, keberhasilan menghadapi bencana tidak hanya bergantung pada kesiapan aparat, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat, Utamanya dalam berperan aktif menjaga lingkungan, dan segera melaporkan apabila menemukan titik api.
Melalui apel kesiapsiagaan ini, diharapkan koordinasi antarinstansi semakin kuat sehingga setiap potensi kebakaran dapat diantisipasi sejak dini. Juga sekaligus dalam kiat meminimalkan dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan.(Bambang Pur)













