blank
Guru SMP Muhammadiyah Keling Menyambut Hangat Siswa dengan Senyuman. Foto: Kusnitah

JEPARA (SUARABARU.ID) – Hari pertama masuk sekolah biasanya dipenuhi wajah tegang dan canggung dari para siswa baru. Namun, pemandangan berbeda justru terlihat di halaman SMP Muhammadiyah Keling pada Senin, 13 Juli 2026. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 di sekolah ini diawali dengan gelombang senyuman dan jabat tangan hangat.

Sekolah ini memilih cara unik untuk menyambut generasi barunya: membekali mereka dengan “senjata” karakter berupa lima jurus sakti, yaitu Sapa, Salim, Salam, Sopan, dan Santun (5S) kepada seluruh bapak dan ibu guru.

Kepala SMP Muhammadiyah Keling, Sri Eryatiningsih, menegaskan bahwa kecerdasan akademik tidak akan berdampak besar tanpa fondasi akhlak yang kuat. Pesan ini disampaikannya langsung di hadapan siswa saat memimpin upacara pembukaan MPLS di halaman sekolah.

“Kita ingin mencetak generasi yang tidak hanya pintar secara digital, tetapi juga kaya secara moral. Dimulai dari hal paling sederhana: bagaimana mereka menyapa dan menghormati gurunya,” ujar Sri Eryatiningsih.

Bukan Sekadar Slogan, Langsung Praktik di Tempat

Menariknya, pembekalan karakter ini tidak dilewatkan melalui ceramah panjang yang membosankan di dalam kelas. Begitu upacara selesai, para siswa baru langsung diajak mempraktikkan budaya 5S tersebut.

Suasana halaman sekolah seketika berubah menjadi hangat. Para siswa tampak antre dengan tertib untuk bersalaman (salim) dan memberikan salam terbaik mereka kepada jajaran guru yang berbaris menyambut. Beberapa siswa yang awalnya terlihat tegang lambat laun mulai mencair dan melempar senyum lebar.

Langkah SMP Muhammadiyah Keling ini menjadi oase di tengah kekhawatiran publik terhadap krisis degradasi moral remaja saat ini. Dengan label “MPLS Ramah”, sekolah membuktikan bahwa masa orientasi bisa menjadi momentum yang menyenangkan sekaligus edukatif.

Melalui pembiasaan karakter Sapa, Salim, Salam, Sopan, dan Santun sejak hari pertama, SMP Muhammadiyah Keling optimistis melangkah ke tahun ajaran baru untuk membentuk ekosistem belajar yang beradab, aman, dan penuh rasa kekeluargaan.

Kusnitah