PURWOREJO (SUARABARU.ID)- Memperkuat edukasi dan memperkenalkan sejarah serta budaya kepada masyarakat dan khususnya pelajar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purworejo melalui Museum Tosan Aji kembali menggelar Pameran Temporer Museum Tosan Aji: Prasama Miyara #2, di lapangan Tenis Kompleks Pendopo Kabupaten Purworejo, yang berlangsung selama 3 hari dari 13 – 15 Juli 2026.
Gelaran pameran seni budaya tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH pada Senin (13/7), yang dalam sambutannya mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan.
“Partisipasi museum-museum dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan DIY juga menjadi wujud nyata semangat kolaborasi dalam menjaga, memperkenalkan dan memajukan budaya kepada masyarakat,” katanya kepada SUARABARU.ID.
Menurutnya, dengan tema Prasama Miyara, semua masyarakat diajak untuk selalu melestarikan budaya. Budaya juga bukan hanya menjadi tugas museum, tetapi menjadi tanggung jawab bersama agar tetap lestari.
“Warisan budaya yang kita miliki perlu terus dirawat, dikenalkan dan diwariskan agar tetap hidup serta memberi manfaat bagi generasi yang akan datang,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati juga menegaskan bahwa museum memiliki peran penting sebagai ruang belajar yang menghadirkan sejarah, budaya, dan nilai luhur kepada masyarakat.
“Melalui museum, kita tidak hanya mengenal perjalanan masa lalu, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga, cinta terhadap budaya daerah, dan kesadaran untuk ikut melestarikannya,” ucapnya.
Bupati juga menyampaikan kebanggaannya kepada Museum Tosan Aji yang terus bertransformasi menjadi museum yang lebih modern, interaktif, dan inklusif.
“Capaian Akreditasi B menjadi bukti komitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat perannya sebagai pusat pelestarian dan pemajuan kebudayaan di Kabupaten Purworejo,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dindikbud Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno SSTP MM, menyampaikan bahwa tujuan di acara ini adalah untuk memberikan edukasi, promosi serta memberikan informasi dan pengetahuan tentang sejarah, seni dan sains kepada pelajar, juga masyarakat umum, yang dikemas secara visual dan kontekstual.
“Selain sebagai sarana rekreasi, kita juga memberikan pengalaman dan menciptakan ruang yang menyenangkan dan interaktif sehingga pengunjung dapat terlibat langsung dengan cerita atau sejarah masa lalu sebagai destinasi wisata,” jelasnya.
Melalui kegiatan pameran ini diharapkan akan memberikan multiplier effect dalam manfaatnya. Dimana pelaksanaan ini dapat meningkatkan pendapatan daerah termasuk untuk Museum Tosan Aji, Art Center dan ekonomi masyarakat pada umumnya melalui keterlibatan pelaku UMKM.(age).













