blank
Disamping menyemrpotkan air dari mobil brandweer langsung ke titik kobaran api, personel fire fighter Damkar Wonogiri juga berupaya melokalisir kobaran api, supaya tidak meluas ke rumah tetangga.(Dok.Damkar Wonogiri)

WONOGIRI (SUARABARU.ID) – Kebakaran kandang ternak dan rumah hunian warga, terjadi lagi di Kabupaten Wonogiri. Yakni kandang ternak dan rumah hunian milik Sukiman-Maimunah di Desa Jaten RT 3/RW 12 Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Kejadiannya berlangsung Minggu siang (5/7/26). Tidak ada korban jiwa, karena ketika terjadi amukan jago merah, rumah dalam keadaan kosong. Demikian halnya dengan kambing piaraannya, juga berhasil melompat dari kandang, saat api belum berkobar.

Kepala Satpol PP Kabupaten Wonogiri Joko Susilo dan Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) Joko Prayitno melalui Koordinator Lapangan Sriyanto Kembo, semalam, menyatakan, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Tapi diduga kuat berasal dari bludukan (perapian dekat kandang) yang sengaja dibuat untuk pengusir nyamuk.

Informasi dari lokasi kebakaran, menyebutkan, warga masyarakat di Desa Jaten, dilanda panik ketika melihat api yang makin berkobar tidak terkendali. Para tetangga, kesulitan memadamkan karena di lokasi tidak tersedia air dalam jumlah cukup. Juga tidak ada tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Pada Pukul 14.47 Markas Damkar Induk Wonogiri, mendapat laporan adanya kebakaran rumah dan kandang. Laporan disampaikan melalui Group WhatsApp (WA) yang dikirim oleh Dony. Laporan dilsampaikan setelah menerima telepon dari Bangkit Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Wonogiri.

Isi laporan, menyebutkan permintaan bantuan pemadaman api yang membakar kandang ternak dan rumah di Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. Karena kobaran apinya makin membesar dan membuat panik penduduk pemilik rumah-rumah yang berdekatan.

Keduakali

Menyikapi permintaan tersebut, Markas Induk Damkar Wonogiri bergegas mengirimkan Team Fire Fighter Regu-3 ke lokasi. Regu ini dipimpin Komandan Regu (Danru) Setyo Pamungkas dengan anggota Rudi Hartanto, Gunawan EC, Juni Hariyadi, Sidik Hudi A, Supriyanto, Nanda Ari P dan Rio Adi P.

Mereka berdelapan segera meluncur ke lokasi, membawa serta dua unit mobil brandweer, untuk melakukan pemadaman. Perjalanan ke lokasi kebakaran memerluka waktu 10 menit. Tiba di lokasi, langsung melakukan pemadaman, dengan mengarahkan semprotan air dari brandweer ke titik-titik kobaran api. Tujuannya, agar kebakaran segera dapat dipadamkan.

Bersamaan itu, juga melakukan upaya untuk melokalisir kobaran api, sebagai tindak pencegahan agar api tidak merembet membakar rumah-rumah tetangga di sekitarnya.

Proses pemadaman dilakukan sampai tuntas, yakni sampai Pukul 16.00, dengan mendapatkan bantuan dari Perangkat Desa dan warga sekitar. Para personel Team Fire Fighter baru mneinggalkan lokasi, setelah dipastikan tidak ada bara api yang berpotensi memunculkan kebakaran susulan.

Kebakaran di atas, merupakan kejadian kedukalinya di Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, dalam kurun waktu 4 hari terakhir ini. Seperti pernah diberitakan, Rabu (1/7/26) terjadi kebakaran dua rumah yang pemicunya diduga dari puntung rokok yang tidak sempurna ketika dimatikan. Kedua rumah itu milik Prasetyowanto (30) dan rumah milik Sugiman (65).

Sampai awal Bulan Juli 2026, telah terjadi musibah kebakaran sebanyak 31 kali. Ini artinya setiap bulan terjadi 6 kali kebakaran. Berkait seringnya terjadi kebakaran, pihak Damkar Wonogiri mengimbau masyarakat untuk tidak sembrono dalam memperlakukan api.

Terlebih ketika membuat bludukan di dekat kandang dan rumah hunian. Pastikan api bludukan aman dan tidak menjadi pemicu terjadinya kebakaran. Juga pastikan puntung rokok benar-benar dipadamkan sempurna, agar tidak memicu kebakaran.(Bambang Pur)