DEPOK (SUARABARU.ID) – PT PLN (Persero) menyatakan kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa terus menunjukkan perbaikan setelah salah satu pembangkit listrik berkapasitas besar yang sebelumnya mengalami gangguan operasional kembali beroperasi. Pemulihan tersebut berdampak pada semakin andalnya pasokan listrik sehingga pemadaman bergilir yang sempat diterapkan di sejumlah wilayah pada pekan lalu kini berhasil diminimalisasi.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan pembangkit milik mitra swasta atau Independent Power Producer (IPP) yang sebelumnya mengalami gangguan telah berhasil dipulihkan dan kembali tersinkronisasi dengan sistem kelistrikan Jawa pada Minggu (21/6) pukul 18.00 WIB.
“Salah satu pembangkit besar yang sempat mengalami gangguan telah berhasil dipulihkan dan telah sinkron dengan sistem kelistrikan Pulau Jawa serta mulai memasok listrik untuk menambah keandalan sistem kelistrikan di Pulau Jawa. Dengan demikian, pemadaman bergilir yang terjadi pada minggu lalu saat ini telah berhasil diminimalisasi,” ujar Darmawan saat konferensi pers di PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), Depok, Minggu (21/6).
Menurut Darmawan, proses pemulihan tidak hanya dilakukan pada sisi pembangkit, tetapi juga melalui penguatan pasokan energi primer yang menjadi bahan bakar utama pembangkit listrik. Pasokan energi yang sesuai spesifikasi kini mulai berjalan lancar sehingga mendukung peningkatan keandalan sistem kelistrikan secara bertahap.
“Kami ingin menyampaikan bahwa sistem kelistrikan di Pulau Jawa berangsur-angsur membaik. Pasokan energi primer yang sesuai spesifikasi yang dibutuhkan oleh pembangkit telah berjalan dengan lancar sehingga upaya penguatan pembangkit dapat berlangsung dengan baik,” katanya.
PLN menilai keberhasilan mempercepat pemulihan sistem tidak lepas dari dukungan pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang melakukan koordinasi lintas pemangku kepentingan dalam menjaga keberlangsungan pasokan energi primer.
“Kami memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas dukungan pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM, terutama kepada Menteri ESDM Bapak Bahlil Lahadalia, sehingga seluruh ekosistem ketenagalistrikan dapat bekerja sama secara solid dalam memperkuat sistem kelistrikan Pulau Jawa,” ujar Darmawan.
Sebagai langkah antisipasi menghadapi dinamika kebutuhan listrik ke depan, PLN juga memperketat pengawasan terhadap operasional sistem kelistrikan nasional. Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan selama 24 jam setiap hari untuk memastikan kondisi pembangkit, jaringan transmisi, hingga pasokan energi primer tetap dalam kondisi aman.
“Kami terus memonitor upaya perbaikan sistem kelistrikan Pulau Jawa selama 24 jam, tujuh hari dalam seminggu. Kami melakukan upaya terbaik agar perbaikan yang telah berlangsung dapat terus terjaga dan ditingkatkan,” katanya.
Selain mempercepat pemulihan pembangkit, PLN juga terus memperkuat tata kelola rantai pasok energi primer sebagai bagian dari strategi menjaga cadangan daya sistem kelistrikan Jawa tetap memadai. Langkah tersebut diharapkan mampu mengantisipasi potensi gangguan operasional yang dapat memengaruhi kontinuitas pasokan listrik kepada pelanggan.
Meski kondisi sistem mulai pulih, PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang sempat dirasakan akibat penerapan manajemen beban dan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah selama proses pemulihan berlangsung.
“Kami juga ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat akibat pemadaman bergilir yang terjadi pada minggu lalu,” tutur Darmawan.
PLN memastikan seluruh personel terus bersiaga untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan Jawa. Dengan pulihnya salah satu pembangkit besar dan semakin lancarnya pasokan energi primer, perusahaan optimistis keandalan pasokan listrik akan terus meningkat sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat kembali berlangsung secara optimal.
Septiana W













