KEBUMEN (SUARABARU.ID) – Sebanyak 112 guru bahasa Jawa SMP negeri dan swasta se Kabupaten Kebumen mengikuti kegiatan Diseminasi Pelindungan Bahasa Daerah, Kamis (18/6).
Kegiatan berlangsung di Karanganyar Kebumen tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kebumen Hery Purnomo yang mewakili Kepala Dinas.
Peserta menerima pendalaman tujuh materi bahasa dan sastra Jawa. Meliputi Sesorah, Nembang Macapat, Dongeng, Nulis lan Maca Aksara Jawa, Maca Geguritan, Nulis Cerita Cekak, dan Dhagelan ijen.
Tujuh materi tersebut merupakan poin penting berbahasa dan sastra Jawa yang perlu ditanamkan kembali kepada generasi muda, khususnya siswa SD dan SMP.

Dari ketujuh materi tersebut nantinya akan dilombakan dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) baik di Tingkat Kabupaten Kebumen maupun Provinsi Jawa Tengah.
“Kami berharap Kebumen bisa berprestasi di tingkat provinsi,”ujar Sekdin Hery Purnomo di sela-sela sambutannya.
Menurutnya, Kabupaten Kebumen secara konsisten menjadi bagian dalam kegiatan revitalisasi maupun pelindungan bahasa daerah. Setiap tahun selalu menyelenggarakan Bimtek atau diseminasi Guru Utama dan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI).
Narasumber utama dalam kegiatan tersebut Wijang Wijonarko (SMPN 2 Mirit), Rina Anggraeni (SMPN 2 Gombong), dan Ismaniar Pusporeny (SMP VIP Al-Huda).
Ketiganya merupakan utusan Kabupaten Kebumen pada kegiatan bimbingan teknis yang sama di Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah. Mereka bertiga wajib mengimbaskan kepada guru-guru bahasa Jawa di Kabupaten Kebumen.
Selain narasumber dari guru utama, hadir pula para praktisi seperti Pariyah (Macapat), Kak Slam (dongeng), dan Eko Wahyudi Merapi (Guritan dan Cerkak). Penyelenggara berharap kepada peserta diseminasi semakin antusias dalam menyerap informasi sekaligus membelajarkan kepada siswanya di masing-masing sekolah.
Menurut Ngabdan, selaku ketua panitia sekaligus mewakili pengurus MGMP Bahasa Jawa, gelaran FTBI Kabupaten Kebumen akan dilaksanakan pada September mendatang.
“Dalam waktu tiga bulan ke depan, sekolah melalui guru-guru yang sudah menerima materi dari diseminasi ini diharapkan lebih maksimal dalam mengikuti FTBI,”terang Ngabdan.
Informasi dari Balai Bahasa Jawa Tengah, ada perbedaan peserta FTBI pada 2026 ini, yang semula katagori dibagi dua, yaitu putra dan putri. Sekarang hanya ada satu katagori, boleh putra atau putri.“Semoga tidak mengurangi motivasi guru dan siswa dalam kegiatan ini,” imbuh Ngabdan.
Komper Wardopo













