WONOSOBO (SUARABARU.ID)-Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-20, Yayasan Al Madina Wonosobo, Jawa Tengah, menggelar acara “Al Madina On The Road (OTR) di Alun-Alun setempat, Sabtu (20/6/2026).
Harlah diikuti seluruh keluarga besar Al Madina, yakni Yayasan Al Madina, dewan guru, tenaga kependidikan, wali murid, siswa-siswi dari berbagai daerah. Mereka dengan penuh semangat ikut menyengkuyung kemeriahan Harlah Yayasan Al Madina ke-20, tahun 2026 ini.
Yayasan Al Madina yang berpusat di Wonosobo itu, selama ini sudah memiliki beberapa lembaga pendidikan dari PAUD, TK, SD dan SMP di Wonosobo, PAUD, TK-SD di Kaliwiro, PAUD, TK, SD di Purworejo, PAUD di Semayu, Madin di Klaten dan Quranic Baby Class QBS) di Leksono Wonosobo.
Acara Al Madina On The Road di Alun-Alun Wonosobo ditandai dengan penerbangan 20 burung Merpati sebagai simbol keberhasilan Yayasan Al Madina dalam mengelola lembaga pendidikan di berbagai daerah. Dari Al Madina Excellent kini bergerak menuju Al Madina Dicintai Masyarakat.
Penerbangan burung Merpati dilakukan Bupati Afif Nurhidayat, Rektor Unsiq Jateng Dr H Z Sukawi, MA, Ketua Dewan Pembina Yayasan Al Madina Dr KH Ngarifin Shidiq, MPd, Ketua Umum Yayasan Al Madina, Dr H Abdul Madjid, MPd dan seluruh Kepala PAUD, TK, SD, SMP dan Madin Al Madina di berbagai daerah.
Ketua Umum Yayasan Al Madina Wonosobo Abdul Madjid menyatakan bahwa acara Harlah ke-20 yayasanya diramaikan dengan acara jalan sehat dari Kampus Al Madina ke Alun-Alun, pembagian raport PAUD, TK, SD dan SMP Al Madina Wonosobo, pembagian doorprize, santunan yatim piatu dan sarasehan pendidikan.
“Alhamdulillah, selama 20 tahun Yayasan Al Madina telah berkontribusi nyata di masyarakat, terutama di dunia pendidikan guna ikut meningkatkan sumber daya manusia (SDM) generasi emas. Kini Al Madina tidak sekadar excellent, tapi semakin dicintai dan mendapatkan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Pada saat Indonesia Emas tahun 2045 nanti, diharapkan Abdul Madjid, anak-anak yang sekarang masih menuntut ilmu di lembaga pendidikan Al Madina, bisa menjadi pemimpin-pemimpin bangsa. Pihaknya kini tengah menggembleng karakter dan prestasi untuk menyongsong Indonesia Emas di tahun 2045 mendatang.
Majukan Pendidikan

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyebut usia 20 tahun atau dua dekade Yayasan Al Madina bukanlah waktu yang singkat. Tapi telah menjadi bukti nyata konsistensi dalam pengabdian di bidang pendidikan.
“Selamat Harlah ke-20 Yayasan Al-Madina. Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh keluarga besar Al-Madina yang selama ini telah mengabdikan tenaga, pikiran dan waktunya untuk memajukan dunia pendidikan,” ucapnya.
Menurut Afif, selama 20 tahun, Al-Madina telah berkembang bukan hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pembentukan karakter generasi muda yang berilmu, berakhlak, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman yang kuat.
“Kepercayaan masyarakat menunjukkan bahwa Al-Madina telah memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas SDM. Ini merupakan amanah besar yang harus terus dijaga bersama. Pendidikan bukan hanya proses transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter dan kesiapan menghadapi masa depan,” ujar dia.
Kesuksesan, lanjut Bupati, tidak datang secara instan. Kesuksesan lahir dari kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari. Dari semangat belajar, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab dan rasa hormat kepada orang tua dan guru.
“Jangan pernah takut bermimpi besar. Teruslah belajar dengan sungguh-sungguh, karena masa depan yang dicita-citakan sedang dibangun mulai hari ini. Kelak pasti akan ada yang menjadi dokter, guru, pengusaha, ulama, pemimpin, maupun profesi-profesi mulia lainnya,” harap Afif.
Karena itu, Afif meminta, anak-anak mempersiapkan diri dan jangan pernah berhenti mengembangkan potensi yang kalian miliki. Pihaknya memiliki komitmen yang kuat untuk terus mendukung penyelenggaraan pendidikan yang semakin berkualitas, inklusif dan berdaya saing.
“Membangun pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata. Keberhasilan pendidikan memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, pondok pesantren, keluarga, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat,” tandasnya.
Muharno Zarka













